KNKT: Tidak Ada Kerusakan Pada Sukhoi

Ada beberapa faktor kesalahan awak kabin dalam mengarungi udara Indonesia dengan pesawat Sukhoi Superjet 100.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Desember 2012, 13:15 WIB
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan, tidak menemukan adanya kerusakan sistem pada pesawat Sukhoi Superjet100 yang jatuh di Gunung Salak Bogor, pada Mei 2012.

"Tidak ada kerusakan sistem pesawat selama penerbangan," kata Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, di Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Tatang menjelaskan, ada beberapa faktor kesalahan awak kabin dalam mengarungi udara Indonesia dengan pesawat Sukhoi Superjet 100. "Awak pesawat (pilot) tidak menyadari kondisi pegunungan (Gunung Salak) dan berakibat abaikan peringatan dari sistem peringatan (sistem pesawat)," kata Tatang.

Selain itu, kata Tatang, ada fokus perhatian awak pesawat itu yang tidak berhubungan dengan penerbangan. "Sehingga pilot tidak mengubah (jalur) pesawat yang telah keluar dari orbit," terang Tatang.

KNKT menganalisa data kotak hitam yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) yang berisi 471 parameter selama 150 jam terbang, termasuk rekaman 22 menit terakhir saat kecelakaan. Ada 11 temuan KNKT yang dirilis di situs resmi KNKT (Lihat di tautan ini).

Sedangkan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang ditemukan dalam keadaan terbakar dan peyot, menurut KNKT dalam alat pengukur suhu di CVR menunjukkan panas 182 derajat Celcius. CVR ini merekam 124 menit percakapan dalam kokpit, termasuk 30 menit percakapan terakhir menjelang kecelakaan. (Ary)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya