2 November 2021: Kasus COVID-19 Global 247 Juta, Distribusi Vaksin ke Seluruh Dunia Capai 7 Miliar Dosis

Vaksinasi COVID-19 mencapai level baru di 2 November 2021.

oleh Tommy K. RonyDiperbarui 03 November 2021, 10:21 WIB
Seorang remaja bereaksi saat menerima vaksin virus corona COVID-19 AstraZeneca di klinik vaksinasi massal darurat di Denpasar, Bali, Selasa (6/7/2021). Indonesia tengah memerangi gelombang infeksi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (SONNY TUMBELAKA

Liputan6.com, Jakarta - Total kasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 247,1 juta berdasarkan data Johns Hopkins University, Selasa (2/11/2021). Selama 28 hari terakhir, kasus baru virus corona melonjak. 

Terkait vaksinasi, ada 7 miliar dosis vaksin COVID-19 yang disalurkan secara global. Para pemimpin G20 juga sepakat agar terus menyediakan persediaan vaksin dan alat kesehatan ke negara-negara yang membutuhkan.

Kasus COVID-19 di Amerika Serikat sudah tembus 46 juta, dan 747 ribu orang meninggal dunia. Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, juga terkena virus corona. 

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang sukses mencegah kasus baru COVID-19. Selama 28 hari terakhir, kasus baru hanya 25 ribu. Ini berbeda dari Malaysia, Thailand, Filipina, bahkan Korea Selatan.

Sebagai contoh, ada 94 ribu kasus di Singapura dalam 28 hari terakhir, sementara Vietnam mencatat 112 ribu kasus pada periode yang sama.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

120 Juta Orang Sudah Divaksin per 1 November 2021

Vakisnasi remaja BINDA Sulbar di SMP Negeri 2 Mamuju (Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)

Pada Senin, 1 November 2021, tercatat 390.339 orang yang mendapatkan dosis pertama. Dengan tambahan hari ini maka sudah 120.052.587 orang di Indonesia mendapatkan dosis pertama COVID-19.

Sementara itu, yang sudah mendapatkan dosis kedua vaksin Corona ada 74.088.927 orang dari target 208 juta penduduk berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga pukul 12.00 WIB.

Lalu, pada tenaga kesehatan bertambah 4.011 yang mendapat suntukan dosis ketiga. Sehingga sudah 1.138.188 tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan tiga suntikan vaksin COVID-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mencapai 290-300 juta vaksin COVID-19 yang disuntikkan ke masyarakat.

Bila ini tercapai maka sekitar 290 juta dosis vaksin COVID-19 digunakan dengan target dosis pertama sudah diberikan ke 168 juta orang atau 80,9 persen. Lalu, dosis kedua semoga berhasil mencapai 123 juta orang atau 59 persen.

"Perhitungan kami Indonesia bisa mencapai 60 persen yang mendapat dosis lengkap di akhir tahun ini jadi sudah bisa melampaui target yang diberikan WHO sebesar 40 persen dari target vaksinasi," tutur Budi optimistis saat update PPKM.

Izin Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

Dokter menunjukkan botol vaksin virus corona COVID-19 produksi Sinovac saat kegiatan vaksinasi di Puskemas Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2020). Sejumlah Puskesmas di Jabodetabek mulai melakukan vaksinasi COVID-19 pada hari ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengeluarkan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak berumur enam hingga 11 tahun.

“BPOM mengizinkan penggunaan Sinovac dari China untuk anak usia 6-11 tahun dan tentunya juga bagi dewasa,” kata Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, dalam konferensi pers daring, Senin (1/11).

Menurut Penny, ini adalah kabar yang menggembirakan pasalnya vaksinasi anak sangat penting mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) telah dimulai.

Ia menambahkan, kasus COVID-19 di Indonesia memang sedang turun, tapi di berbagai belahan dunia masih ada peningkatan kasus. Maka dari itu, Indonesia masih harus waspada dan tetap menggulirkan program vaksinasi, tambahnya.

Sedang, bagi anak di bawah usia 6, Penny dan BPOM masih mengumpulkan data mendalam bersama tim evaluasi.

“Untuk anak di bawah usia 6 kami masih mengumpulkan data dengan tim evaluasi, karena untuk usia dini butuh kehati-hatian yang lebih.”

Berdasarkan hasil uji klinik, vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 dinyatakan aman. Terkait efikasinya, Penny tidak menyebutkan secara angka, tapi menurutnya efikasi vaksin ini sama dengan vaksin untuk anak usia 12-17.

“Ini adalah vaksin pertama untuk usia 6-11 yang terdaftar di BPOM. Kami menunggu vaksin lain sehingga semakin banyak segmen anak yang bisa menerima vaksin COVID-19,” pungkasnya.

 

(Update: revisi jumlah kasus baru selama 28 hari terakhir di situs Johns Hopkins University yang berubah.)

Infografis COVID-19:

Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Niman)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya