Top 3: Apro Financial Eksekusi Hak Rights Issue, Saham DNAR Melonjak

Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin, 18 Oktober 2021.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiperbarui 18 Oktober 2021, 09:03 WIB
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), APRO Financial Co Ltd eksekusi saham dalam pelaksanana rights issue DNAR.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, 17 Oktober 2021, APRO Financial Co Ltd melakukan exercise saham rights issue sejumlah 2.319.197.709 saham. Adapun harga pelaksanaan rights issue DNAR Rp 197 per saham.

Dengan demikian, APRO Financial Co Ltd kucurkan Rp 456,8 miliar untuk eksekusi haknya dalam rights issue tersebut.

Artikel Apro Financial eksekusi hak rights issue, saham DNAR melonjak menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin (18/10/2021):

1.Apro Financial Eksekusi Hak Rights Issue, Saham DNAR Melonjak

 Pemegang saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), APRO Financial Co Ltd eksekusi saham dalam pelaksanana rights issue DNAR.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, 17 Oktober 2021, APRO Financial Co Ltd melakukan exercise saham rights issue sejumlah 2.319.197.709 saham. Adapun harga pelaksanaan rights issue DNAR Rp 197 per saham.

Dengan demikian, APRO Financial Co Ltd kucurkan Rp 456,8 miliar untuk eksekusi haknya dalam rights issue tersebut.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2.10 Broker Pencetak Nilai Transaksi Terbesar pada 11-15 Oktober 2021

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan adanya pertumbuhan rata-rata transaksi harian Bursa selama sepekan kemarin (11-15 Oktober 2021) turun sebesar 2,7 persen menjadi 17,45 triliun dibanding pekan lalu yang sebesar Rp 17,95 triliun.

Nilai rata-rata transaksi harian tersebut tidak terlepas dari nilai perdagangan oleh 94 perusahaan broker aktif di Bursa.

Dari 94 broker aktif tersebut, ada 10 broker yang mencatatkan nilai transaksi tertinggi, dengan nilai minimum transaksi selama sepekan sebesar Rp 4,62 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Purnomo Prawiro Beli Lagi Saham Blue Bird

Sejumlah taksi mobil listrik parkir terlihat di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Jumlah taksi mobil listrik Blue Bird akan terus meningkat hingga menjadi 200 unit pada 2020, dan mencapai 2 ribu unit pada 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Purnomo Prawiro, salah satu pemegang saham pengendali PT Blue Bird Tbk (BIRD) membeli lagi saham BIRD dengan jumlah cukup besar, sebanyak 2.955.300 saham.

Hal tersebut disampaikan Purnomo Prawiro melalui keterbukaan informasinya ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Liputan6.com, Minggu, 17 Oktober 2021.

Purnomo membeli saham BIRD selama empat hari pada 12,13,14 dan 15 Oktober 2021. Harga pembelian pun bervariasi, mulai dari harga terendah Rp 1.280 per saham hingga termahal Rp 1.365 per saham. Total nilai transaksi dari pembelian saham oleh Purnomo Prawiro ini mencapai sebesar Rp 3,82 miliar.

Berita selengkapnya baca di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya