Transportasi Konvensional Harus Berubah Jika Tak Ingin Punah

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pelaku usaha transportasi konvensional di Indonesia untuk segera melakukan penyesuaian

oleh Liputan6.com diperbarui 08 Okt 2021, 14:30 WIB
Angkutan Metromini menunggu penumpang di Terminal Blok M, Jakarta, Jumat (12/4). Sebanyak 312 bus sedang yang akan bekerja sama dengan Jak Lingko didapat dari empat operator yaitu Metromini, Kopaja, Kopami, dan Koantas Bima. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pelaku usaha transportasi konvensional di Indonesia untuk segera melakukan penyesuaian dalam waktu dekat jika ingin tetap bersaing. Menyusul, kehadiran transportasi online yang kian berkembang pesat di era modernisasi.

"Sektor transportasi konvensional harus menyiapkan diri terhadap segala tantangan. Pada transportasi saat ini lahirnya aplikasi online, ini bisa mematahkan transportasi konvensional dan mereka harus merubahnya," ujarnya dalam webinar Analisis Lingkungan Ekonomi dan Bisnis Terhadap Disrupsi di Sektor Transportasi, Jumat (8/10/2021).

Menhub Budi mengungkapkan, pesatnya perkembangan transportasi online di tanah air tak lepas dari adanya berbagai manfaat yang dirasakan konsumen. Diantaranya menawarkan pemesanan dan pembayaran lebih praktis.

"Juga lebih murah, sekaligus menciptakan pasar baru, dan menciptakan lapangan kerja baru. Ini di sisi lain menguntungkan bagi konsumen, namun juga memiliki sentimen negatif ( bagi pelaku usaha konvensional)," tuturnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harus Berbenah

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah meluncurkan aplikasi “Charge.In”. (Foto: Kemenhub)

Oleh karena itu, Menhub Budi mendesak seluruh pelaku usaha transportasi konvensional di tanah air untuk segera berbenah. Diantaranya dengan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul hingga mampu memanfaatkan teknologi digital.

"Disrupsi jangan lah dianggap segala ancaman, melainkan justru menjadi peluang bagi kita," tutupnya. 

 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya