Realisasi Dana PEN Capai Rp 395,92 Triliun per 17 September 2021

Per 17 September 2021, realisasi penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau Dana PEN sebesar Rp 395,92 triliun

oleh Liputan6.com diperbarui 20 Sep 2021, 19:30 WIB
Petugas menata tumpukan uang kertas di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Kamis (6/7). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan hari ini masih tumbang di kisaran level Rp13.380/USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Per 17 September 2021, realisasi penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau Dana PEN sebesar Rp 395,92 triliun. Jumlah ini 53 persen dari pagu anggaran PEN 2021 sebesar Rp 744,77 triliun.

"Realisasi dana PEN sampai 17 September 2021 sudah mencapai 53 persen dari pagu Rp 744,77 triliun, ini sudah digunakan sebanyak Rp 395,92 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (20/9).

Dia merincikan realisasi tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan di masing-masing kluster. Misalnya pada klaster kesehatan sudah digunakan 45,3 persen atau sebesar Rp 47,71 triliun dari anggaran Rp 97,28 triliun.

"Realisasi klaster kesehatan sudah 45,3 persen yakni Rp 47,71t dari anggaran Rp 97,28 triliun," kata dia.

Lalu untuk klaster perlindungan sosial sampai akhir kuartal II-2021 sebanyak 60,5 persen. Dari pagu anggaran Rp 112,87 triliun, yang sudah dibelanjakan Rp 66,43 triliun.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Insentif

Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemudian untuk program prioritas sudah dibelanjakan 50,5 persen hingga akhir kuartal II-2021. Sedangkan untuk insentif dunia usaha sudah mencapai 92,2 persen atau Rp 57,92 triliun.

Sementara itu untuk program dukungan UMKM realisasi penggunaannya sudah meningkat menjadi 68,35 persen. Sebelumnya pada akhir kuartal II-2021 baru terealisasi sebesar Rp 42 persen dari anggaran Rp 51,27 triliun.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya