VIDEO: Pedagang 3 Stasiun Mendemo Kantor Dahlan Iskan

Gabungan pedagang dari tiga stasiun, yakni Stasiun Citayem, Depok Baru, dan Stasiun Universitas Indonesia (UI) melancarkan aksi demo di tempat Menteri BUMN Dahlan Iskan berkantor.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Desember 2012, 12:50 WIB
Pedagang di stasiun kembali beraksi menolak aksi 'bersih-bersih' PT KAI. Kali ini, gabungan pedagang dari tiga stasiun, yakni Stasiun Citayem, Depok Baru, dan Stasiun Universitas Indonesia (UI) melancarkan aksi demo di Kementerian BUMN, Jakarta. Tempat Menteri Dahlan Iskan berkantor.

Massa tidak terima jika mereka 'diusir' secara mendadak tanpa adanya relokasi pada 10 Desember nanti. Apalagi pemberitahuan baru disampaikan 1 Desember lalu.

"Yang jadi masalah, dulu sempat ada kesepakatan bahwa jika nanti ada penggusuran, akan ada relokasi tempat, baru dipindahkan. Tapi ini sama sekali tidak ada. Yang kami pikirkan saat ini kami mau kemana, karena mendadak banget dalam tempo 10 hari," kata perwakilan massa, Eko Riwayadi, di Jakarta, Jumat (7/12/2012)

Pedagang pulsa di Stasiun Depok Baru tersebut mengatakan, isu pembongkaran ini telah berhembus sejak tahun 2010, namun tidak jadi. "2011 Desember juga ada, tapi sekarang ini mendadak," ujar Eko.

Padahal selama ini, lanjut Eko, retribusi selalu ada. Pedagang tidak secara gratis berjualan di stasiun. Mereka harus membayar biaya sampah, keamanan, listrik, sewa tempat setiap hari dari tahun ke tahun.

"Per hari di Depok Baru biasanya Rp 4.000, tapi di Depok lama bisa lebih dari Rp 4.000. Itu baru uang sekedar dari kios. Di Stasiun Depok Baru karena berdampingan dengan pasar, itu ada pungutan liar," keluh Eko.

Sebenarnya, Eko mengaku, pedagang setuju saja dengan kesepakatan relokasi dengan catatan lokasinya tidak jauh dari tempat mereka sebelumnya berdagang.

Para pedagang juga merasa diperlakukan tak adil. Jika pedagang digusur, kenapa ada minimarket di setiap stasiun? "Ada apa? Kenapa mereka berdiri. Jadi pedagang yang ada digusur, dan dibangun untuk minimarket," tanya Eko. (Ndy/Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya