Penanganan Teroris Dibahas Goh Chok Tong-Mega

Kepada Mega, Goh Chok Tong menyampaikan dugaan Singapura bahwa Jamaah Islamiyah adalah sayap jaringan Al Qaeda. Kunjungan Goh Chok dinilai lebih dari sekadar urusan keamanan dan bisnis.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Desember 2002, 17:50 WIB
Liputan6.com, Bogor: Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong bertemu Presiden Megawati di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/12) siang. Mereka membicarakan masalah dan cara penanganan teroris. Kepada Mega, Goh Chok Tong juga menyampaikan dugaan Singapura bahwa Jamaah Islamiyah adalah sayap jaringan Al Qaeda. Demikian dikatakan Goh Chok Tong dalam konferensi pers seusai bertemu Mega.

Goh Chok Tong juga menilai aktivitas JI persis dengan gerakan kelompok Islam radikal di masa silam. "Jamaah Islamiyah mengingatkan kita pada Darul Islam di era 50-an," ujar Goh Chok Tong. Karena itulah, dia mengatakan persoalan ini harus ditangani serius.

Direktur Eksekutif Centre for Political Studies Sukardi Rinakit menilai kunjungan Goh Chok Tong tak sekadar urusan keamanan atau kemenangan Singapore Technologies Telemedia atas saham Indosat. Namun demikian, Sukardi tak menafikkan keuntungan bisnis atas penguasaan saham Indosat. "Mereka bisa memantau informasi apa pun di Indonesia tentang Singapura," kata Sukardi, dalam dialog dengan Rosianna Silalahi di Studio SCTV, Senin petang.

Pria yang pernah lama tinggal di Negeri Singa ini melihat Goh Chok Tong memiliki sejumlah agenda dalam kunjungan kali ini. Di antaranya, mendukung pemerintahan Mega menangani teroris dan memulihkan pariwisata Singapura yang terkena imbas Tragedi Bali. "Jika Bali terkena travel ban, pariwisata Singpura akan terkena imbasnya," Sukardi menilai.

Kenapa Singapura enggan menandatangani penanganan terorisme dalam AFTA? Sukardi menilai Singapura khawatir Indonesia menggunakan perjanjian itu untuk menangkapi koruptor yang kabur ke sana. Sebab, sebagian kalangan di Indonesia berpendapat koruptor lebih dari teroris. Sebaliknya, bagi Singapura, keberadaan pengusaha Indonesia menguntungkan bisnis mereka.(AWD)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya