Liputan6.com, Khnar: Perlahan-lahan, Yey Prahao meniup air di dalam baskom yang telah dimanterai sampai tiga kali. Lantas, dia menyentuh pundak seorang pasien yang sakit dengan lembut. Si pesakitan pun menjadi yakin penyakitnya akan sembuh. Di sekeliling atraksi itu, berjejalan sejumlah orang yang terbengong-bengong mengagumi kesaktian si "mbah dukun" berusia 87 tahun itu. Tak hanya kagum karena keahliannya, tapi juga takjub karena sang dukun bukanlah manusia, melainkan seekor gajah betina.
Kenyataan itulah yang kini terjadi di sebuah desa kecil di Kamboja, tepatnya di Khnar. Tempat itu terpencil, jauh dari keramaian kota. Sebagian besar penduduknya yang rata-rata miskin akibat penindasan Khmer Merah 25 tahun silam, tak mencicipi bangku sekolahan. Para medis pun seakan enggan melayani rakyat jelata di negeri ini. Itulah sebabnya, jika sakit, mereka menggantungkan harapan pada hewan yang dianggap sakti seperti Yey Parahao, si gajah betina itu.
Bagi rakyat Khnar, Yey Parahao tak hanya mampu menyembuhkan penyakit. Gajah yang diyakini tertua di Kamboja itu juga dipercaya ampuh menentukan lokasi yang tepat untuk mendirikan sebuah rumah. Tak hanya itu, dia juga sering dipakai sebagai "pendeta" yang memberkati pernikahan dengan cara memercikkan air ke kepala sejoli pengantin. Dan yang lebih menarik lagi, warga setempat pun kerap minta diramal oleh gajah itu.
Kepada pemiliknya pun, gajah ini sangat taat, patuh, dan pintar menjaga. Kala majikannya sakit, mabuk, ataupun tak sengaja tertidur di luar rumah, dengan cekatan hewan berbelalai ini menggendong tuannya dan mengembalikannya ke rumah.
Selain gajah, hewan lain yang dianggap sakti buat warga Khnar adalah ular dan kura-kura. Jika ada warga setempat yang menderita penyakit katarak, matanya akan diolesi air kencing satu di antara kedua binatang tersebut.
Menurut My Samedy, Sekretaris Jenderal Palang Merah Kamboja, fenomena kepercayaan pada mistik ini normal terjadi pada orang-orang yang penuh luka batin. Pascapemberontakan Khmer Merah yang menewaskan sekitar 1,7 miliar jiwa itu, rakyat setempat kehilangan segala yang dicintai, seperti keluarga, teman dekat, dan harta benda. "Saat Anda kehilangan hal-hal berharga seperti itu, Anda mulai kehilangan harapan sehingga bisa jadi percaya pada mistik seperti binatang-binatang ajaib itu," kata My Samedy.(MTA/Idr)
Kenyataan itulah yang kini terjadi di sebuah desa kecil di Kamboja, tepatnya di Khnar. Tempat itu terpencil, jauh dari keramaian kota. Sebagian besar penduduknya yang rata-rata miskin akibat penindasan Khmer Merah 25 tahun silam, tak mencicipi bangku sekolahan. Para medis pun seakan enggan melayani rakyat jelata di negeri ini. Itulah sebabnya, jika sakit, mereka menggantungkan harapan pada hewan yang dianggap sakti seperti Yey Parahao, si gajah betina itu.
Bagi rakyat Khnar, Yey Parahao tak hanya mampu menyembuhkan penyakit. Gajah yang diyakini tertua di Kamboja itu juga dipercaya ampuh menentukan lokasi yang tepat untuk mendirikan sebuah rumah. Tak hanya itu, dia juga sering dipakai sebagai "pendeta" yang memberkati pernikahan dengan cara memercikkan air ke kepala sejoli pengantin. Dan yang lebih menarik lagi, warga setempat pun kerap minta diramal oleh gajah itu.
Kepada pemiliknya pun, gajah ini sangat taat, patuh, dan pintar menjaga. Kala majikannya sakit, mabuk, ataupun tak sengaja tertidur di luar rumah, dengan cekatan hewan berbelalai ini menggendong tuannya dan mengembalikannya ke rumah.
Selain gajah, hewan lain yang dianggap sakti buat warga Khnar adalah ular dan kura-kura. Jika ada warga setempat yang menderita penyakit katarak, matanya akan diolesi air kencing satu di antara kedua binatang tersebut.
Menurut My Samedy, Sekretaris Jenderal Palang Merah Kamboja, fenomena kepercayaan pada mistik ini normal terjadi pada orang-orang yang penuh luka batin. Pascapemberontakan Khmer Merah yang menewaskan sekitar 1,7 miliar jiwa itu, rakyat setempat kehilangan segala yang dicintai, seperti keluarga, teman dekat, dan harta benda. "Saat Anda kehilangan hal-hal berharga seperti itu, Anda mulai kehilangan harapan sehingga bisa jadi percaya pada mistik seperti binatang-binatang ajaib itu," kata My Samedy.(MTA/Idr)