Liputan6.com, Jakarta Berbagai cara bisa dilakukan untuk Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Salah satunya menghargai jasa pahlawan yang berani berjuang untuk mengusir penjajah. Melalui buku biografi maupun dari film biografi para pejuang.
Salah satu pejuang adalah Cut Nyak Dhien. Cut Nyak Dhien merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Kisah perjuangannya dalam melawan penjajah itu kemudian diangkat ke dalam film berjudul Tjoet Nja' Dhien.
Advertisement
Film yang dibintangi oleh Christine Hakim dan Slamet Rahardjo Djarot ini disutradarai oleh Eros Djarot pada 1988. Film ini mampu menyabet 8 Piala Citra, seperti kategori film terbaik pada Festival Film Indonesia 1988. Tak hanya itu, Tjoet Nja’ Dhien juga menjadi film Indonesia pertama yang diputar di Festival Film Cannes pada 1989.
Dalam Film Tjoet Nja’ Dhien bercerita tentang sejarah kepahlawanan Indonesia yang menceritakan perjuangan pahlawan Aceh Tjoet Nja’ Dhien melawan penjajahan Belanda. Perlawanan rakyat Aceh kala itu menjadi perang terpanjang dalam sejarah penjajahan Belanda. Film ini menarik, karena tidak hanya menceritakan strategi yang diambil oleh Tjoet Nja’ Dhien dan dilema-dilema yang ia hadapi sebagai pemimpin, tapi juga menampilkan kekalutan tantara Belanda melawan rakyat Aceh.
Perlu diketahui, dalam pembuatan film tersebut dibutuhkan produksi senilai Rp1,5 miliar. Angka ini sangat fantastis pada masa itu, karena umumnya pembuatan film kolosal hanya menghabiskan Rp 500 juta. Tidak heran, pembuatan film ini menghabiskan waktu tiga tahun karena kekurangan biaya bahkan para aktor yang terlibat pun rela untuk tidak dibayar.
Kini, film dengan segudang prestasi itu bisa ditonton di Mola secara gratis yang tayang pada Hari kemerdekaan RI. Untuk bisa menyaksikan Tjoet Nja’ Dhien, selama masa promosi berlangsung, penonton cukup melakukan registrasi dan login saja di website atau aplikasi Mola dan selanjutnya bisa langsung menyaksikan film tersebut.
Film Tjoet Nja’ Dhien tayang di Mola mulai 17 Agustus 2021 dengan kualitas audio dan visual yang lebih jernih, setelah direstorasi di Belanda oleh Eye Film Museum Amsterdam dan IdFilmCenter Foundation Jakarta.