PT Pertamina (Persero) akan menggandeng swasta untuk memasang alat pengontrol bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara online (noozle) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadobetabek) pada Januari 2013.
"Kami tidak mau memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Nanti sistem monitoring ini akan dikerjasamakan dengan swasta," ungkap Manajer Media Pertamina Wianda Pusponegoro saat berbincang dengan liputan6.com, Selasa (4/12/2012).
Advertisement
Alat tersebut dipasang di dispenser BBM yang ada di SPBU dan akan mencatat nomor polisi mobil sehingga dari alat itu bisa dipantau secara online jumlah pemakaian BBM subsidi setiap mobil per hari.
"Sistem IT ini bisa interkoneksi sehingga kami bisa tahu berapa jumlah BBM subsidi yang digunakan, meski mobil itu mengisi di SPBU yang berbeda-beda," jelasnya.
Pertamina sebelumnya mengklaim telah berhasil menerapkan uji coba penggunaan noozle di 118 SPBU di Kalimantan Selatan.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan kuota BBM subsidi tahun depan sebesar 46 juta kiloliter tidak akan cukup jika tidak ada langkah konkrit untuk mengendalikan konsumsi BBM subsidi.
"Kalau do nothing, kuota itu tidak cukup. Kami punya insiatif pasang sistem IT (noozle) yang bisa mendeteksi penyalahgunaan pemakaian BBM subsidi," jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mengakui pemerintah memang akan memulai pengendalian konsumsi BBM bersubsidi pada tahun depan. "Pengendalian tahun depan akan dilakukan dengan sistem IT," tutur dia.
Sementara itu, Direktur ReforMiner Institute Priagung Rakhmanto menilai penggunaan alat tersebut tidak akan efektif jika basis perhitungan kuota BBM subsidi secara nasional belum dibenahi. (NDW/IGW)