Liputan6.com, Palembang: Buat umat muslim, suasana Lebaran lazimnya meriah, bahkan kadang-kadang mewah. Tapi sekali-kali tengoklah perayaan Lebaran di panti jompo, seperti di Panti Tresna Werdha Teratai, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (6/12). Para lanjut usia di panti ini merayakan Idul Fitri dengan sederhana. Usai salat Id, mereka menyantap hidangan ketupat dan opor ayam yang disiapkan pengelola panti. Acara ini dilanjutkan dengan saling memaafkan di antara para penghuni dan pengelola panti.
Kendati sempat menggantungkan harapan untuk dikunjungi keluarga, para lansia mengaku pasrah. Menurut kepala pengelola panti, Hartini, hubungan keluarga para lansia ini sudah terputus. Latar belakang ke-47 lansia di panti jompo ini beragam. Antara lain diusir menantu, tertangkap operasi razia gelandangan, dan diusir majikan karena dianggap tak mampu bekerja lagi sebagai pembantu rumah tangga.
Di panti tersebut, para lansia menempati ruangan dengan sebuah tempat tidur dan lemari kecil. Sejauh ini, Pemerintah Kota Palembang hanya mampu memberikan dana untuk makan sebesar Rp 6.000 per hari kepada setiap orang.(ZAQ/Ajmal Rokian)
Kendati sempat menggantungkan harapan untuk dikunjungi keluarga, para lansia mengaku pasrah. Menurut kepala pengelola panti, Hartini, hubungan keluarga para lansia ini sudah terputus. Latar belakang ke-47 lansia di panti jompo ini beragam. Antara lain diusir menantu, tertangkap operasi razia gelandangan, dan diusir majikan karena dianggap tak mampu bekerja lagi sebagai pembantu rumah tangga.
Di panti tersebut, para lansia menempati ruangan dengan sebuah tempat tidur dan lemari kecil. Sejauh ini, Pemerintah Kota Palembang hanya mampu memberikan dana untuk makan sebesar Rp 6.000 per hari kepada setiap orang.(ZAQ/Ajmal Rokian)