Liputan6.com, Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tambahan sumber daya batu bara Indonesia sebesar satu miliar ton. Temuan sumber daya tersebut berasal dari Papua Barat dan daerah dekat perbatasan Kalimantan dengan Malaysia.
"Temuan itu didapat dari hasil survei yang kami lakukan sepanjang 2012," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM R Sukhyar kepada liputan6.com, Selasa (27/11/2012).
Saat ini sumber daya batu bara Indonesia mencapai 141 miliar ton. Dengan tambahan tersebut, berarti sumber daya batu bara nasional sekitar 142 miliar ton.
Menurut Sukyar, dari total sumber daya tersebut hanya 28 miliar ton berupa cadangan yang sudah bisa diproduksi.
Ia memperkirakan dengan tingkat produksi sekitar 350 juta ton per tahun, cadangan batu bara Indonesia akan habis 75 tahun lagi.
"Oleh karena itu, kegiatan eksplorasi harus digiatkan agar sumber daya yang ada bisa berubah statusnya menjadi cadangan," paparnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional hingga Oktober 2012 tercatat 310 juta ton, atau 93,37% dari target yang ditetapkan pemerintah 332 juta ton.
Produksi batu bara nasional pada tahun depan diproyeksikan tumbuh 10,25% menjadi 366,04 juta ton. Proyeksi ini di atas rata-rata pertumbuhan produksi batu bara dunia yang sebesar 2% per tahun. (IGW)
"Temuan itu didapat dari hasil survei yang kami lakukan sepanjang 2012," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM R Sukhyar kepada liputan6.com, Selasa (27/11/2012).
Saat ini sumber daya batu bara Indonesia mencapai 141 miliar ton. Dengan tambahan tersebut, berarti sumber daya batu bara nasional sekitar 142 miliar ton.
Menurut Sukyar, dari total sumber daya tersebut hanya 28 miliar ton berupa cadangan yang sudah bisa diproduksi.
Ia memperkirakan dengan tingkat produksi sekitar 350 juta ton per tahun, cadangan batu bara Indonesia akan habis 75 tahun lagi.
"Oleh karena itu, kegiatan eksplorasi harus digiatkan agar sumber daya yang ada bisa berubah statusnya menjadi cadangan," paparnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional hingga Oktober 2012 tercatat 310 juta ton, atau 93,37% dari target yang ditetapkan pemerintah 332 juta ton.
Produksi batu bara nasional pada tahun depan diproyeksikan tumbuh 10,25% menjadi 366,04 juta ton. Proyeksi ini di atas rata-rata pertumbuhan produksi batu bara dunia yang sebesar 2% per tahun. (IGW)