Liputan6.com, Jakarta - Dalam upaya memperkuat integritas dan profesionalitas dalam proses penerimaan anggota Polri, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Bengkulu menyelenggarakan sosialisasi Penerapan Prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (Betah) kepada jajaran Polda di wilayah Sumatera.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Kepala Biro SDM Polda Bengkulu Kombes Pol Sih Harno pada Senin 11 Agustus 2025.
Advertisement
Dalam arahannya, Kombes Pol Sih Harno menekankan, prinsip BETAH merupakan komitmen fundamental Polri dalam menciptakan proses rekrutmen yang berkualitas, berkeadilan, serta bebas dari praktik penyimpangan.
Dia menyebut, lebih dari sekadar slogan, prinsip ini diyakini menjadi pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
"Penerimaan anggota Polri adalah gerbang awal untuk menghadirkan SDM Polri yang unggul. Prinsip BETAH harus menjadi acuan bersama dalam setiap tahapan seleksi, sehingga rekrutmen berjalan tanpa intervensi, transparan, dan berintegritas," ujar Harno, melalui keterangan tertulis, Kamis (14/8/2025).
"Harapan kami, prinsip ini dapat direplikasi oleh seluruh Polda di wilayah Sumatera, dan selanjutnya diperluas penerapannya ke seluruh Indonesia," sambung dia.
Menurut Harno sebagai bentuk penguatan, Polda Bengkulu juga telah melakukan benchmarking secara virtual dengan Kementerian PANRB, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Benchmarking tersebut bertujuan memperkaya referensi serta menyelaraskan mekanisme rekrutmen Polri dengan standar tata kelola kepegawaian nasional yang akuntabel dan modern," papar dia.
Hadirkan Seleksi yang Selaras
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran perwakilan dari seluruh Polda wilayah Sumatera.
Harno mengatakan, dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi penerapan prinsip BETAH, mekanisme pengawasan seleksi, hingga langkah pencegahan penyimpangan.
"Forum tersebut juga menjadi ajang penguatan komitmen kolektif, agar penerapan prinsip BETAH dapat diadopsi secara konsisten di setiap satuan wilayah," ucap dia.
Melalui kegiatan ini, lanjut Harno, Polri menegaskan keseriusannya untuk menghadirkan proses seleksi yang selaras dengan konsep 'Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (Presisi)' yang dicanangkan Kapolri.
"Diharapkan, keberhasilan penerapan prinsip BETAH di wilayah Sumatera akan menjadi model nasional, sehingga seluruh Polda di Indonesia mampu mewujudkan proses penerimaan anggota Polri yang profesional, objektif, dan terpercaya," tandas Harno.