Dukungan untuk Polri Usut Tuntas Kasus Korupsi

Konfederasi buruh mendukung untuk mengusut dugaan korupsi secara profesional.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 09 Juli 2026, 16:38 WIB
Teller menunjukan mata uang rupiah di Jakarta, Senin (26/2/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN menyatakan dukungan penuh kepada Polri untuk menuntaskan penanganan kasus dugaan korupsi secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

DPP KSPSI AGN mempertanyakan keberadaan personel TNI di rumah pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), serta kedatangan anggota TNI ke Polda Metro Jaya pada subuh tadi.

"Kami mempertanyakan mengapa ada personel TNI di rumah pribadi Jampidsus dan juga kedatangan anggota TNI ke Polda Metro Jaya pada subuh tadi. Kami sudah mendapatkan data personel TNI yang mendatangi Polda Metro Jaya," tulis DPP KSPSI AGN dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Selain itu, lanjut dia, DPP KSPSI AGN juga meminta penjelasan secara terbuka terkait keberadaan personel TNI di lokasi Kafe De'Clan saat proses penggeledahan berlangsung.

"TNI harus menjelaskan secara terang benderang mengenai adanya personel TNI yang berada di lokasi Kafe De'Clan saat penggeledahan dilakukan. Penjelasan ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," terang DPP KSPSI AGN.

 

Dukung Penuh Polri

Di sisi lain, DPP KSPSI AGN sebagai konfederasi buruh terbesar di Indonesia yang memiliki jutaan anggota memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam menegakkan hukum.

"KSPSI AGN mendukung Polri untuk menegakkan hukum secara seadil-adilnya tanpa rasa ragu. Penegakan hukum harus berjalan profesional, independen, dan bebas dari intervensi pihak mana pun," ucap dia.

DPP KSPSI AGN juga meminta penyidik Polri mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara korupsi, tanpa memandang jabatan maupun kedudukan.

"Kami meminta penyidik Polri tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi, meskipun menyentuh para petinggi. Semua warga negara harus diperlakukan sama di hadapan hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengakui prajurit militer berada di sekitar rumah Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah untuk melaksanakan pengamanan.

Menurut Nas, pengamanan terhadap rumah Febrie setelah muncul permintaan langsung dari pihak kejaksaan.

"Pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku," jelas Nas.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya