Liputan6.com, Lampung: Puluhan pemudik yang menggunakan bus Almasar jurusan Jakarta-Medan, Sumatra Utara, kesal. Bus yang mereka tumpangi mogok di Terminal Rajabasa, Lampung, Selasa (3/12). Kesal mereka bertambah. Sebab, mereka sempat telantar selama 10 jam di terminal itu karena bus pengganti yang dijanjikan tak kunjung datang. Buntutnya, para pemudik sempat mengancam akan membakar bus yang memboyong mereka dari Jakarta itu.
Menurut pengakuan seorang penumpang bus Almasar, sejak keberangkatan dari Jakarta sebenarnya para pemudik sudah jengkel. Mereka merasa tertipu. Sebab, pengelola bus hanya menyediakan bus biasa, padahal mereka membayar ongkos untuk kelas eksekutif. Kemarahan penumpang bus Almasar memuncak ketika bus yang mereka tumpangi tak dapat meneruskan perjalanan setibanya di Terminal Rajabasa. Mereka berniat membakar bus tersebut. Untungnya, niat itu tak terlaksana karena personel Kepolisian Sektor Kedaton segera datang dan menenangkan massa.
Dari Terminal Karya Jaya, Palembang, Sumatra Selatan, dilaporkan hingga kini tiket arus mudik di sana baru terjual 75 persen dari kapasitas 30 tempat duduk setiap bus. Kondisi ini berbeda dengan tahun kemarin. Kala itu, perusahaan bus di sana biasa menyiapkan tujuh kali keberangkatan, namun kini mereka hanya bisa memberangkatkan empat armada dalam sehari. Menurut para pengelola bus di terminal itu, keadaan ini antara lain disebabkan karena masyarakat tak yakin dengan kondisi keamanan di terminal baru ini.
Kondisi ini berbanding balik dengan arus mudik setelah Lebaran hingga 20 Desember 2002, yang sudah ludes dipesan. Bila jumlah penumpang di terminal terus melonjak, kemungkinan besar para pengelola bus antarkota di terminal itu akan menambah armada.
Sementara itu, di Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta Pusat, para calon pemudik disuguhi acara dangdutan. Acara ini sengaja digelar PT Kereta Api Indonesia agar calon pemudik tak merasa bosan selagi menanti kedatangan kereta yang akan mengangkut mereka ke daerah tujuan masing-masing. Menurut beberapa calon pemudik, hiburan ini cukup efektif mengusir kejenuhan. Memang tiap tahun stasiun ini mejelang Lebaran selalu disesaki pemudik. Mereka lebih memilih naik kereta kelas ekonomi dengan alasan lebih murah, meski harus berdesak-desakan di dalam kereta.
Di sisi lain, sejauh ini jumlah pemudik yang sudah diberangkatkan dari Stasiun Senen berjumlah 12 ribu pemudik. PT KAI juga memberangkatkan lima kereta tambahan buat mengangkut calon penumpang yang hingga kini masih berada di Stasiun Senen. Sedangkan kereta terakhir tadi malam juga mengangkut sekitar 800 calon penumpang tujuan sejumlah kota di Jawa Timur melalui jalur utara [baca: Terminal Kampung Rambutan Mulai Ramai].
Sedangkan hingga H-2 menjelang Lebaran, jalur pantura, tepatnya dari Patrol hingga Jatibarang, mulai dipadati kendaraan pemudik. Kepadatan di jalur ini semakin diperparah karena Pasar Jatibarang, juga tetap beroperasi. Bila kepadatan terus berlangsung hingga siang ini, polisi di sana akan menerapkan metode buka-tutup jalan: jalur Celeng-Lohbener-Indramayu-Karangampel akan dibuka bila jalur Cirebon-Jatibarang padat dan sebaliknya.
Kondisi sama juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Pelabuhan penyeberangan ini dipadati ribuan kendaraan, baik pribadi, bus, dan truk. Sedangkan hingga pukul 24.00 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang lewat pelabuhan ini tercatat sebanyak 43 ribu orang. Sementara itu, satu dari 20 kapal roro yang disiapkan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Merak tak dapat beroperasi. Diperkirakan puncak arus pumudik di pelabuhan ini masih terjadi hingga hari ini.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut pengakuan seorang penumpang bus Almasar, sejak keberangkatan dari Jakarta sebenarnya para pemudik sudah jengkel. Mereka merasa tertipu. Sebab, pengelola bus hanya menyediakan bus biasa, padahal mereka membayar ongkos untuk kelas eksekutif. Kemarahan penumpang bus Almasar memuncak ketika bus yang mereka tumpangi tak dapat meneruskan perjalanan setibanya di Terminal Rajabasa. Mereka berniat membakar bus tersebut. Untungnya, niat itu tak terlaksana karena personel Kepolisian Sektor Kedaton segera datang dan menenangkan massa.
Dari Terminal Karya Jaya, Palembang, Sumatra Selatan, dilaporkan hingga kini tiket arus mudik di sana baru terjual 75 persen dari kapasitas 30 tempat duduk setiap bus. Kondisi ini berbeda dengan tahun kemarin. Kala itu, perusahaan bus di sana biasa menyiapkan tujuh kali keberangkatan, namun kini mereka hanya bisa memberangkatkan empat armada dalam sehari. Menurut para pengelola bus di terminal itu, keadaan ini antara lain disebabkan karena masyarakat tak yakin dengan kondisi keamanan di terminal baru ini.
Kondisi ini berbanding balik dengan arus mudik setelah Lebaran hingga 20 Desember 2002, yang sudah ludes dipesan. Bila jumlah penumpang di terminal terus melonjak, kemungkinan besar para pengelola bus antarkota di terminal itu akan menambah armada.
Sementara itu, di Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta Pusat, para calon pemudik disuguhi acara dangdutan. Acara ini sengaja digelar PT Kereta Api Indonesia agar calon pemudik tak merasa bosan selagi menanti kedatangan kereta yang akan mengangkut mereka ke daerah tujuan masing-masing. Menurut beberapa calon pemudik, hiburan ini cukup efektif mengusir kejenuhan. Memang tiap tahun stasiun ini mejelang Lebaran selalu disesaki pemudik. Mereka lebih memilih naik kereta kelas ekonomi dengan alasan lebih murah, meski harus berdesak-desakan di dalam kereta.
Di sisi lain, sejauh ini jumlah pemudik yang sudah diberangkatkan dari Stasiun Senen berjumlah 12 ribu pemudik. PT KAI juga memberangkatkan lima kereta tambahan buat mengangkut calon penumpang yang hingga kini masih berada di Stasiun Senen. Sedangkan kereta terakhir tadi malam juga mengangkut sekitar 800 calon penumpang tujuan sejumlah kota di Jawa Timur melalui jalur utara [baca: Terminal Kampung Rambutan Mulai Ramai].
Sedangkan hingga H-2 menjelang Lebaran, jalur pantura, tepatnya dari Patrol hingga Jatibarang, mulai dipadati kendaraan pemudik. Kepadatan di jalur ini semakin diperparah karena Pasar Jatibarang, juga tetap beroperasi. Bila kepadatan terus berlangsung hingga siang ini, polisi di sana akan menerapkan metode buka-tutup jalan: jalur Celeng-Lohbener-Indramayu-Karangampel akan dibuka bila jalur Cirebon-Jatibarang padat dan sebaliknya.
Kondisi sama juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Pelabuhan penyeberangan ini dipadati ribuan kendaraan, baik pribadi, bus, dan truk. Sedangkan hingga pukul 24.00 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang lewat pelabuhan ini tercatat sebanyak 43 ribu orang. Sementara itu, satu dari 20 kapal roro yang disiapkan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Merak tak dapat beroperasi. Diperkirakan puncak arus pumudik di pelabuhan ini masih terjadi hingga hari ini.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)