Liputan6.com, Denpasar: Peningkatan tingkat hunian hotel sampai tujuh persen di Denpasar, Bali, ternyata tak berpengaruh besar pada industri pernik wisata di wilayah itu. Di Jimbaran misalnya. Daerah yang terkenal dengan udang lobsternya ini tetap saja adem-adem sampai sekarang. "Tempat ini masih sepi dari turis," kata Ketut, Koordinator Wisata Malam setempat di Jimbaran, akhir November ini.
Sebelum peristiwa ledakan bom, tak ada istilah sepi di Jimbaran. Malam semakin larut, semakin meriah pula pelancong-pelancong menikmati siraman sinar rembulan sembari menikmati hidangan sea food nan lezat. Tapi kini, jangankan ramai, dikunjungi beberapa pengunjung saja para pemilik restoran setempat sudah termasuk beruntung [baca: Tingkat Hunian Hotel di Bali Meningkat].
"Dulu, dalam sehari para pemilik kafe mampu meraup penghasilan sampai Rp 6 juta. Sekarang tak lagi," urai Ketut lebih lanjut. Akibatnya, jumlah karyawan yang biasanya mencapai rata-rata 15 orang tiap kafe kini jadi cuma 10 orang. Yang lainnya terpaksa harus dipecat untuk mengurangi biasa operasi restoran. Bahkan, banyak pula pengusaha yang banting setir merambah bisnis lain.(MTA/Abbas Yahya dan Mohammad Guntur)
Sebelum peristiwa ledakan bom, tak ada istilah sepi di Jimbaran. Malam semakin larut, semakin meriah pula pelancong-pelancong menikmati siraman sinar rembulan sembari menikmati hidangan sea food nan lezat. Tapi kini, jangankan ramai, dikunjungi beberapa pengunjung saja para pemilik restoran setempat sudah termasuk beruntung [baca: Tingkat Hunian Hotel di Bali Meningkat].
"Dulu, dalam sehari para pemilik kafe mampu meraup penghasilan sampai Rp 6 juta. Sekarang tak lagi," urai Ketut lebih lanjut. Akibatnya, jumlah karyawan yang biasanya mencapai rata-rata 15 orang tiap kafe kini jadi cuma 10 orang. Yang lainnya terpaksa harus dipecat untuk mengurangi biasa operasi restoran. Bahkan, banyak pula pengusaha yang banting setir merambah bisnis lain.(MTA/Abbas Yahya dan Mohammad Guntur)