Dishub DKI Jakarta Sebut Ada Peningkatan Arus Lalu Lintas Saat Ramadan

Sebelum Ramadan, masyarakat di DKI Jakarta berangkat kerja rata-rata mulai pukul 05.00-06.00 WIB. Saat Ramadan berubah menjadi pukul 07.00 WIB.

oleh Ika DefiantiDiperbarui 28 April 2021, 15:38 WIB
Kendaraan melintasi ruas jalan tol di Jakarta, Selasa (19/5/2020). PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi volume lalu lintas selama Lebaran akan mengalami penurunan signifikan sebesar 62,5 persen untuk pra Idul Fitri akibat larangan mudik selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan adanya peningkatan lalu lintas di Ibu Kota saat Ramadan. Menurut dia, hal tersebut imbas dari adanya perubahan waktu keberangkatan dan pulang dari kantor.

"Dibandingkan masa Maret, April ini ada lonjakan kecil 1-2 persen," kata Syafrin saat dihubungi, Rabu (28/4/2021).

Dia mengatakan, sebelum Ramadan masyarakat berangkat kerja rata-rata mulai pukul 05.00-06.00 WIB. Saat Ramadan berubah menjadi pukul 07.00 WIB.

"Tidak terjadi distribusi arus lalu lintas pada pukul 05.00 WIB ke pukul 07.00 WIB. Jadi semuanya numpuk di waktu yang hampir sama karena masuk pukul 08.00 WIB," ucapnya.

Selanjutnya untuk arus lalu lintastidak merata juga terjadi ketika jam pulang kantor pada pukul 15.00 WIB. Sebab sebagian masyarakat memilih untuk pulang sebelum buka puasa.

"Waktu-waktu inilah puncak atau peak hour yang sangat menimbulkan kepadatan, tapi dari sisi jumlah volume lalu lintas peningkatannya seperti itu tadi," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ganjil Genap Belum Dioperasikan

Kendaraan melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (23/11/2020). Aturan sistem ganjil genap belum diberlakukan di tengah perpanjangan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hingga dua minggu ke depan di Ibu Kota. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Selain itu, kata Syafrin, volume kendaraan bermotor di Jakarta sudah mendekati masa sebelum pandemi Covid-19.

"Di sisi lain, angkutan umum kita batasi penumpang hanya 50 persen. Oleh sebab itu, ganjil genap belum dioperasikan, tapi kami terus lakukan pemantauan," jelas dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya