Liputan6.com, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono mengakui keberadaan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Indonesia. Intelijen telah cukup lama mendeteksi keberadaan jaringan JI tersebut. Kehadiran jaringan JI di Indonesia sebagai organisasi bawah tanah ini disampaikan Hendropriyono di sela-sela acara buka puasa di kediaman Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla di Jakarta, Ahad (10/11).
Keterangan Kabin tentang keberadaan JI juga mengundang perhatian sejumlah duta besar dari negara-negara Arab yang hadir dalam acara tersebut. Memang, kata Hendropriyono, secara organisasi formal, JI tak pernah ada di Indonesia. Tapi, dia optimistis kesuksesan kepolisian mengungkap keterlibatan Amrozi dalam kasus pengeboman Bali akan mampu membuka keterlibatan jaringan ini baik secara lokal maupun internasional.
"Sekarang tinggal kita membuka lebih jauh lagi, kita buka motivasinya, siapa di belakang itu. Untuk itu mari kita bantu kepolisian dan kita harus acungin jempol kepada polisi," kata Hendropriyono. Asal tahu saja, Direktur International Crisis Group Sidney mengatakan, Abu Bakar Ba`asyir pernah membentuk kelompok pengajian dengan nama jamaah islamiyah--dengan huruf j dan i kecil [baca: Jamaah Islamiyah Antara Ada dan Tiada].(TNA/Imelda Sari dan Yoseph Herhudi Lestari)
Keterangan Kabin tentang keberadaan JI juga mengundang perhatian sejumlah duta besar dari negara-negara Arab yang hadir dalam acara tersebut. Memang, kata Hendropriyono, secara organisasi formal, JI tak pernah ada di Indonesia. Tapi, dia optimistis kesuksesan kepolisian mengungkap keterlibatan Amrozi dalam kasus pengeboman Bali akan mampu membuka keterlibatan jaringan ini baik secara lokal maupun internasional.
"Sekarang tinggal kita membuka lebih jauh lagi, kita buka motivasinya, siapa di belakang itu. Untuk itu mari kita bantu kepolisian dan kita harus acungin jempol kepada polisi," kata Hendropriyono. Asal tahu saja, Direktur International Crisis Group Sidney mengatakan, Abu Bakar Ba`asyir pernah membentuk kelompok pengajian dengan nama jamaah islamiyah--dengan huruf j dan i kecil [baca: Jamaah Islamiyah Antara Ada dan Tiada].(TNA/Imelda Sari dan Yoseph Herhudi Lestari)