Liputan6.com, Jakarta: Juru Bicara Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) JAT Son Hadi menuding Badan Intelijen Negara (BIN) telah memfitnah organisasi itu karena dikaitkan dengan kasus tewasnya dua anggota polisi di Poso, Sulawesi Tengah.
Son Hadi menegaskan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman dinilai sembrono, membuat pernyataan tanpa ada bukti keterlibatan JAT dalam peristiwa itu. "Pernyataan itu hanya dugaan. Kami minta bukti yang lengkap," ujar SON saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Jumat (19/10).
Ia mengingatkan, selain BIN, Polri juga menuding bahwa JAT juga terlibat. Karena itu, JAT sebagai organisasi berbasis Islam merasa dikriminalisasi lembaga negara. "JAT sebagai organisasi syariat Islam merasa dituduh. Itu sama saja menjadikan agama Islam sebagai musuh negara," katanya.
Rencananya, JAT yang pernah dipimpin Ustad Abubakar Baasyir itu akan mendatangi kantor BIN dan Mabes Polri guna meminta klarifikasi.(ADI/YUS)
Son Hadi menegaskan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman dinilai sembrono, membuat pernyataan tanpa ada bukti keterlibatan JAT dalam peristiwa itu. "Pernyataan itu hanya dugaan. Kami minta bukti yang lengkap," ujar SON saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Jumat (19/10).
Ia mengingatkan, selain BIN, Polri juga menuding bahwa JAT juga terlibat. Karena itu, JAT sebagai organisasi berbasis Islam merasa dikriminalisasi lembaga negara. "JAT sebagai organisasi syariat Islam merasa dituduh. Itu sama saja menjadikan agama Islam sebagai musuh negara," katanya.
Rencananya, JAT yang pernah dipimpin Ustad Abubakar Baasyir itu akan mendatangi kantor BIN dan Mabes Polri guna meminta klarifikasi.(ADI/YUS)