Pembangunan Tak Bertanggung Jawab Jadi Biang Kerok Banjir di Jambi

Pembangunan yang pesat dan berkuranganya tutupan lahan menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Jambi.

oleh Liputan6.com diperbarui 09 Jan 2021, 04:00 WIB
Kondisi deforasti hutan di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi yang akan diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. (Liputan6.com/Gresi Plasmanto)

Liputan6.com, Jambi - Banjir menjadi risiko yang harus diambil dari terus berkurangnya tutupan lahan atas nama pembangunan di Jambi.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang Sumber Daya Alam Dinas PUPR Kota Jambi, Yunius. Dirinya mengatakan, tutupan lahan di Kota Jambi saat ini jauh berkurang, jika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi dapat menyebabkan banjir.

Yunius menjelaskan, pembangunan di Kota Jambi dalam beberapa tahun terakhir terjadi begitu pesat. Di antaranya pembangunan pemukiman, kantor dan jalan. Kecepatan pembangunan tersebut tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan drainase dan saluran saluran air dalam wilayah Kota Jambi.

Sehingga jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam kurun waktu yang cukup lama langsung menyebabkan banjir di beberapa wilayah dalam Kota Jambi.

"Pembangunan infrastruktur tersebut salah satunya terbatas oleh anggaran, meski demikian Pemerintah Daerah tetap melakukan upaya untuk mengatasi banjir tersebut," kata Yunius, Jumat (8/1/2021).

Menurut Yunius membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk membangun saluran air dan drainase dalam Kota Jambi untuk mencegah terjadinya banjir. Sebab pembangunan drainase di dalam wilayah Kota Jambi tersebut terkendala oleh pembebasan lahan.

Meski demikian, Dinas PUPR Kota Jambi telah melakukan berbagai upaya agar banjir yang terjadi dapat surut dalam waktu yang tidak begitu lama. Salah satunya dengan melakukan normalisasi drainase dalam wilayah Kota Jambi. Membuat tempat tempat penampungan air untuk menghambat air masuk ke dalam pemukiman seperti kolam.

Pada 31 Desember 2020 lalu sejumlah wilayah dalam Kota Jambi dilanda banjir yang cukup parah. Ketinggian air cukup bervariasi, mulai sebatas pinggan orang dewasa hingga ketinggian dua meter lebih. Banjir yang terjadi di akhir tahun tersebut terjadi karena Kota Jambi diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Meski tidak terjadi dalam waktu yang lama, namun banjir yang terjadi tersebut cukup parah karena banyak pemukiman yang sebelumnya tidak tergenang kini terdampak banjir.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak juga video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya