Tragedi Bali Tertuang dalam Karya Seni Rupa

Ledakan bom di Bali memberi inspirasi sejumlah perupa Tanah Air untuk berkarya. Di Lombok, NTB, belasan seniman menggelar pameran sebagai simbol kepedulian mereka terhadap Tragedi Bali.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 November 2002, 21:06 WIB
Liputan6.com, Lombok: Sebelas pelukis dan perupa di Pulau Lombok, Nusatenggara Barat, baru-baru ini, menggelar pameran sebagai simbol kepedulian mereka terhadap Tragedi Bali. Di antara pelukis berderet nama-nama pelukis seperti Tarfi Hijas, Toni Mursajid, Joko Prayitno, Tarki Abdullah, dan Sayidi Muhammad. Sedangkan Ali Robin dan Syamsul Ma`ruf berada di antara nama pematung yang turut dalam pameran ini.

Joko menumpahkan amarahnya terhadap pengeboman di Bali dalam lukisan berjudul "Kuta Kelabu". Sementara Tarfi menampilkan keindahan Pulau Lombok serta budayanya dalam lukisan yang menggambarkan prosesi perkawinan Suku Sasak. Sedangkan Toni dengan sapuan warna lembut mengajak pecinta lukisan masuk ke kampung nelayan di pelosok Lombok. Cita rasa seni budaya Suku Sasak juga terlihat dalam patung karya Ali yang menampilkan tubuh penari. Sebanyak 63 lukisan, tujuh patung, dan 100 kerajinan yang memenuhi ruang pamer ini seakan mengingatkan pentingnya keseimbangan.

Tragisnya Tragedi Bali juga menginspirasi pelukis Marlan Jass di Jakarta. Pelukis kelahiran Medan, Sumatra Utara, ini langsung terdorong untuk melukis begitu bom di Pulau Dewata meledak. Marlan mengatakan, kecantikan wanita penari Bali dalam balutan pakaian daerah langsung muncul di benaknya setelah bom meledak di Pulau Seribu Pura. Maka, terciptalah lukisan seorang penari dan wanita Bali dengan buah untuk sesajen.

Selain Bali, keindahan panorama Indonesia juga tak luput dari goresan tangan pria yang juga perprofesi sebagai pengatur dekorasi dalam berbagai sinetron ini. Bunga dan ikan koi pun menjadi obyek karya-karya seninya. Bagi lelaki berusia 66 tahun ini, melukis adalah hobi untuk menghilangkan stres. Tak heran jika sebuah lukisan bisa diselesaikan Marlan hanya dalam hitungan jam.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya