Liputan6.com, Bagdad: Pemerintah Irak mengharapkan Indonesia membantu negara itu dalam mengupayakan pencabutan embargo ekonomi yang telah berlangsung selama 10 tahun. Harapan itu disampaikan Wakil Presiden Irak Taha Yassin Ramadhan saat delegasi Partai Demoktasi Indonesia Perjuangan berkunjung ke Bagdad, Irak, pekan silam. Ia juga berharap agar Wakil Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri segera mengunjungi negaranya agar hubungan ekonomi Indonesia-Irak segera terlaksana.
Ramadhan meminta Indonesia melakukan serangkaian upaya bilateral dan internasional agar sanksi dan embargo itu dicabut. Menurut dia, pemboikotan perdagangan yang berlangsung selama satu dasawarsa itu telah melumpuhkan perekonomian negaranya. Dampaknya, rakyat negara kaya minyak itu kini menderita dan ribuan anak-anak mereka tewas lantaran kelaparan.
Sementara itu delegasi PDI-P yang terdiri dari Ketua Fraksi PDIP DPR Arifin Panigoro, Sabam Sirait dan Sophan Sophian sempat menyatakan simpati mereka atas kebesaran pemimpin Irak Saddam Husein. Disebutkan, Saddam tetap mendapatkan dukungan dari rakyat Irak kendati bangsanya menjalani sanksi ekonomi. Arifin menambahkan, sebagai utusan partai, delegasi PDIP siap memberikan dukungan pencabutan embargo ekonomi itu secepatnya.(HFS/Tri Ambarwatie dan Teguh Rahardjo)
Ramadhan meminta Indonesia melakukan serangkaian upaya bilateral dan internasional agar sanksi dan embargo itu dicabut. Menurut dia, pemboikotan perdagangan yang berlangsung selama satu dasawarsa itu telah melumpuhkan perekonomian negaranya. Dampaknya, rakyat negara kaya minyak itu kini menderita dan ribuan anak-anak mereka tewas lantaran kelaparan.
Sementara itu delegasi PDI-P yang terdiri dari Ketua Fraksi PDIP DPR Arifin Panigoro, Sabam Sirait dan Sophan Sophian sempat menyatakan simpati mereka atas kebesaran pemimpin Irak Saddam Husein. Disebutkan, Saddam tetap mendapatkan dukungan dari rakyat Irak kendati bangsanya menjalani sanksi ekonomi. Arifin menambahkan, sebagai utusan partai, delegasi PDIP siap memberikan dukungan pencabutan embargo ekonomi itu secepatnya.(HFS/Tri Ambarwatie dan Teguh Rahardjo)