Usai Diresmikan Edhy Prabowo, Bagaimana Nasib Pasar Ikan Modern Palembang ?

Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang sempat diresmikan Menteri KKP Edhy Prabowo di awal bulan November 2020 lalu.

oleh Nefri IngeDiperbarui 25 November 2020, 21:35 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo saat menyampaikan kata sambutan dalam peresmian Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang di awal bulan November 2020 lalu (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Sebelum terjerat dugaan kasus eksport lobster, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sempat menyambangi Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Kedatangan putera asli daerah Sumsel tersebut, dalam rangka meresmikan Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang, di Jalan MP Mangkunegara Kecamatan Ilir Timur II Palembang Sumsel, pada hari Jumat (6/11/2020) lalu.

Politisi Partai Gerindra ini bahkan akan mendorong pembangunan PIM, di berbagai kawasan di Indonesia. Terlebih untuk mengubah mindset, jika pasar ikan bisa lebih bersih, nyaman, dan modern.

Beberapa minggu setelah datang dan meresmikan PIM Palembang, Edhy Prabowo bersama beberapa orang ditangkap tim Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Penangkapan Edhy Prabowo dilakukan, ketika Menteri KKP tersebut baru saja tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Jakarta, pada Rabu (25/11/2020) pagi.

Edhy Prabowo dan rombongannya baru saja sampai dari kunjungannya ke Hawai, Amerika Serikat. Penangkapan Menteri KKP bersama salah satu anggota keluarganya dan pejabat KKP tersebut, dipimpin langsung oleh Novel Baswedan.

Setelah penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo, lalu bagaimana nasib PIM Palembang?

Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan, jika penangkapan Edhy Prabowo tersebut tidak akan mempengaruhi aktivitas PIM Palembang.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Nasib Pasar Ikan Palembang

Menteri KKP Edhy Prabowo saat menanyakan ke salah satu pedagang ikan di PIM Palembang, tentang jenis ikan apa yang dijual tersebut (Liputan6.com / Nefri Inge)

"Tidak akan berpengaruh ke sana (PIM Palembang). Karena pasar ikan itu kan sudah diresmikan, tidak ada masalah," ucapnya.

Menurut mantan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumsel ini, pengelolaan PIM Palembang sudah diambil alih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Terlebih saat peresmian, Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo turut hadir.

Herman Deru mengaku, jika sudah mendengar ada salah satu menteri yang ditangkap KPK. Namun dia belum mengetahui secara pasti, identitas menteri tersebut.

Keakraban Edhy Prabowo

Gubernur Sumsel Herman Deru saat mengenalkan salah satu e-card ke Menteri KKP Edhy Prabowo, untuk bertransaksi di Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang Sumsel beberapa waktu lalu (Liputan6.com / Nefri Inge)

Jika benar Edhy Prabowo yang ditangkap KPK terkait dugaan kasus ekspor lobster, Herman Deru merasa turut prihatin.

Menurutnya, Edhy Prabowo merupakan salah satu putra terbaik dari Sumsel, yang dipercaya menjabat sebagai menteri. Bahkan, antara Herman Deru dan Edhy Prabowo mempunyai hubungan kedekatan yang cukup baik.

"Edhy Prabowo itu orangnya baik, tegas dan humble. Tapi kita juga tidak tahu, apa yang membuat hal tersebut terjadi," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya