Liputan6.com, Kathmandu: Setidaknya tujuh pendaki tewas akibat longsoran salju di Gunung Manaslu, Nepal, Ahad (23/9) pagi. Sementara lima orang pendaki lain yang ikut serta dalam pendakian menuju gunung ke delapan tertinggi di dunia itu dilaporkan menghilang. Demikian laporan terbaru dari tim penyelamat dan kepolisian setempat.
Berdasarkan informasi Yograj Kadel dari Simrik Air yang menyelamatkan pendaki dengan helikopter, sejauh ini sebanyak tujuh mayat telah ditemukan. Sementara lima orang lain diyakini tertutup timbunan salju tebal akibat longsor. Sedangkan 13 orang pendaki lain berhasil diselamatkan tim penyelamat. Menurut Kadel, para pendaki gunung itu sedang berada di ketinggian 6.600 meter dari ketinggian gunung 8.163 meter.
Penyelenggara ekspedisi pendakian mengatakan, salah satu dari korban tewas teridentifikasi sebagai warga Jerman. Sementara dua orang pendaki tewas lainnya berasal dari Italia dan Nepal. Upaya untuk mencari korban hilang pun akan dilanjutkan tim penyelamat pada Senin.
Menurut pejabat pariwisata Nepal, sebanyak 231 pendaki asing dari 25 tim memang dilaporkan sedang berusaha mendaki gunung tersebut. Meskipun kondisi gunung saat ini sedang mengalami musim gugur, dan baru akan berakhir pada November.(TNT/AIS)
Berdasarkan informasi Yograj Kadel dari Simrik Air yang menyelamatkan pendaki dengan helikopter, sejauh ini sebanyak tujuh mayat telah ditemukan. Sementara lima orang lain diyakini tertutup timbunan salju tebal akibat longsor. Sedangkan 13 orang pendaki lain berhasil diselamatkan tim penyelamat. Menurut Kadel, para pendaki gunung itu sedang berada di ketinggian 6.600 meter dari ketinggian gunung 8.163 meter.
Penyelenggara ekspedisi pendakian mengatakan, salah satu dari korban tewas teridentifikasi sebagai warga Jerman. Sementara dua orang pendaki tewas lainnya berasal dari Italia dan Nepal. Upaya untuk mencari korban hilang pun akan dilanjutkan tim penyelamat pada Senin.
Menurut pejabat pariwisata Nepal, sebanyak 231 pendaki asing dari 25 tim memang dilaporkan sedang berusaha mendaki gunung tersebut. Meskipun kondisi gunung saat ini sedang mengalami musim gugur, dan baru akan berakhir pada November.(TNT/AIS)