Liputan6.com, Jakarta Indonesia bisa dibilang memang jagonya dalam membuat film bergenre drama komedi. Salah satunya adalah film yang hits pada tahun 2012 berjudul Cinta di Saku Celana.
Film yang diproduksi oleh Starvision Plus ini dirilis pada 28 Juni 2012. Cinta di Saku Celana juga sukses di pasaran dan berhasil mendapatkan animo masyarakat pada saat itu. Film ini disutradarai oleh Fajar Nugros yang juga terkenal dengan berbagai macam karya lainnya diantaranya, Cinta Brontosaurus, Jakarta Undercover, Yowis Ben dan masih banyak lagi.
Advertisement
Cinta di Saku Celana sendiri mengisahkan tentang usaha seorang laki-laki mengejar impiannya. Film ini juga dibintangi oleh Donny Alamsyah dan Joanna Alexandra yang menjadi berperan sebagai dua karakter utama.
Film ini juga akan membawa kita ke sebuah permainan dengan filosofi cinta yang memiliki arti mendalam. Nah, berikut beberapa alasan yang bikin film ini harus ditonton
Saksikan Video Berikut Ini
Sinopsis Yang Menarik
Film ini mengisahkan kehidupan Ahmad (Donny Alamsyah), tumbuh besar menjadi anak pintar di Panti Asuhan, sejak kecil ia tak mengenal cinta.
Ketika ia sudah bekerja sebagai pegawai pos, dalam setahun rutinitasnya berangkat dan pulang ke kantor dengan menggunakan kereta, Ahmad bertemu sosok yang menarik hatinya, Bening (Joanna Alexandra).
Dengan kamera handycam tuanya, Ahmad selalu merekam Bening dari jauh. Ahmad menemukan perwujudan cinta dalam diri gadis itu.
Ibu Panti Asuhan (Vita Ramona) mendengar kabar dari anaknya, Gifar (Dion Wiyoko) bahwa Ahmad tengah jatuh cinta. Ibu panti yang merasa Ahmad sudah membantu hidup anaknya yang bodoh tapi playboy, pun membantunya memberikan saran agar Ahmad menulis surat dan menyatakan perasaannya pada Bening.
Antara segan dan menuruti saran ibu panti, Ahmad akhirnya menulis surat cinta yang akan ia berikan pada Bening. Sayangnya, tepat ketika ia hendak memberikan surat itu pada perempuan yang diincarnya, seorang copet berhasil mengambil dompet tempat di mana ia menyelipkan surat cintanya.
Nasib sial itu memberi ide pada Ahmad, bahwa daripada bersusah payah mendekati Bening, lebih baik ia meminta bantuan copet dari Pasar Senen bernama Gubeng (Ramon Y Tungka), dengan iming-iming imbalan uang. Sang copet pun bersedia bekerjasama untuk membantu Ahmad.