MU Rekrut 4 Pemain Anyar, Masalah Baru Sudah di Depan Mata

MU harus puas dengan pemain yang mereka miliki sekarang, karena jendela transfer sudah ditutup. Namun, fans bersemangat untuk membuka bursa berikutnya.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 12 Oktober 2020, 19:30 WIB
Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United (MU) mengambil risiko di bursa transfer musim ini hingga tenggat waktu. Sang manajer Ole Gunnar Solskjaer menambahkan empat pemain baru ke skuat yang sebelumnya hanya menambahkan Donny van de Beek.

Saat itu, Solskjaer mengungkapkan bahwa MU kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk beli pemain. "Saya tak mau sebut nama-nama pemain yang gagal di Manchester United. Soalnya banyak alasan pemain gagal di klub," ujarnya.

"Tapi ya, kita tahu harus lebih mendetail dan yakin sudah belanja pemain yang tepat. Mereka harus bagus untuk masa depan dan sekarang."

Seperti dilansir Manchester Evening News, meski faktanya MU harus kehilangan target prioritas Jadon Sancho dan berakhir dengan pemain gratis berusia 33 tahun Edinson Cavani. Penambahan Cavani sebagai rekrutan pragmatis yang membawa pengalaman dan kedalaman tambahan ke lini depan.

Intinya sekarang MU harus puas dengan apa yang mereka miliki sekarang, karena jendela transfer sudah ditutup. Namun, kurangnya penguatan di satu area kunci sebenarnya bisa menjadi berkah bagi dua gelandang.

Simak Video Menarik Berikut Ini


Pencarian

Borussia Dortmund memposting foto Jadon Sancho yang tengah tersenyum untuk mengejek Manchester United (MU). Sancho adalah target utama MU di bursa transfer musim panas 2020. (foto: twitter.com/BlackYellow)

Enam hari setelah menyetujui kesepakatan untuk Facundo Pellistri dan Amad Diallo, klub masih penasaran pada Jadon Sancho. Di sisi lain kegagalan MU mendatangkan bek tengah baru juga akan menjadi agenda utama jika Axel Tuanzebe, Eric Bailly dan Teden Mengi gagal memperkuat lini belakang yang terlihat rapuh meski ada investasi yang signifikan.

Ini berarti kemungkinan narasi selama dua jendela berikutnya akan kembali fokus pada pencarian pemain sayap kanan dan bek tengah yang lebih mobile. Dengan demikian, masalah mendasar MU dalam menemukan penerus jangka panjang untuk Nemanja Matic mungkin akan tetap diabaikan.


Nemanja Matic

Bek Manchester United, Harry Maguire (kanan) berselebrasi dengan gelandang Nemanja Matic usai mencetak gol ke gawang Chelsea pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, London (18/2/2020). MU menang 2-0 atas Chelsea. (AFP Photo/Glyn Kirk)

Padahal, tahun lalu pemain asal Serbia berada di pinggiran tim utama dan diberi tahu bahwa dia bisa meninggalkan klub pada jendela transfer Januari. Namun, kini Matic bisa dibilang nama pertama di lembar tim tanpa alternatif yang layak untuk bermain di pertandingan besar.

Kedatangan Bruno Fernandes memang cukup memanjakan tim dalam permainan menyerang. Tapi, gaya permainan seperti itu sangat bergantung pada jasa Matic yang menopang sisi dalam peran lini tengahnya.

Lanjut Baca:

Penurunan performa MU musim lalu disebabkan ketidakhadiran Luke Shaw bersama dengan ketergantungan yang berlebihan pada Fernandes dan Matic. Belum lagi tim harus berjuang dengan dua pertandingan dalam seminggu dan akhirnya kehilangan ritme. Absennya Matic terlihat lagi selama kekalahan hari pembukaan dari Crystal Palace di Old Trafford. Masalah kerentanan lini tengah pertahanan tidak diragukan lagi akan menjadi pusat perhatian di beberapa titik dalam waktu dekat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya