Liputan6.com, Ho Chi Minh: Wisata di laut atau pantai sudah biasa. Wisata ke gunung atau arung jeram juga sudah pernah. Tapi kalau wisata perang, mungkin belum banyak yang mencoba. Wisata yang satu ini adanya di Kota Ho Ci Min, Vietnam. Pengunjung dapat berpetualang menjelajahi terowongan-terowongan bawah tanah sejauh puluhan kilometer yang dulu digunakan saat perang Vietnam.
Terowongan tersebut dikenal dengan nama Gu Chi Tunnel. Berjarak 75 kilometer di luar Kota Ho Chi Min, kawasan Gu Chi dulunya adalah hutan dan lahan yang subur. Namun semua berubah saat perang melanda antara tahun 1959 sampai 1975. Di bawah lahan 250 kilometer persegi, pejuang Vietnam menggali terowongan perang dan hidup di dalamnya. Hasilnya, kemenangan pun diraih.
Gu Chi Tunnel dibangun pada tahun 1940 sampai 1960 atau dengan kata lain butuh waktu 20 tahun untuk menggali. Salah satu lubang untuk masuk ke terowongan hanya sekitar 20x40 sentimeter. Terowongan masih asli seperti saat zaman perang. Terowongan sangat kecil dan hanya muat untuk satu orang. Di tengah-tengah terowongan ada beberapa ruangan yang digunakan para pejuang untuk rapat.
Untuk menjelajahi terowongan bawah tanah ini perlu hati-hati. Selain itu juga sangat menguras tenaga karena tidak jarang harus berjalan dalam posisi jongkok. Namun perjuangan tersebut terbayar dengan pengalaman yang tidak ada duanya. Untuk masuk ke terowongan bersejarah ini, setiap pengunjung harus membayar tiket yakni 20 ribu dong atau sebesar Rp 10 ribu.
Salah satu yang menarik perhatian pengunjung yaitu keberadaan beragam jebakan yang sangat mematikan pada zamannya. Benar-benar seperti suasana perang dulu. Tidak cuma patung lilin para pejuang Vietnam tapi juga sebuah tank yang dilumpuhkan masih ada. Lebih asyiknya lagi, pengunjung dapat mencoba senjata yang digunakan tentara Vietnam saat perang melawan pasukan Amerika Serikat.
Sekarang bergeser kembali ke pusat Kota Ho Chi Minh, tepatnya ke museum perang Vietnam yang tersohor. Museum ini menjadi favorit wisatawan yang datang ke Vietnam. Di sini banyak terpampang foto tentang kekejaman perang. Banyak hal bisa dipelajari dari wisata unik di Vietnam ini. Siapapun yang menang, siapapun yang kalah, perang tetap saja berujung derita.(JUM)
Terowongan tersebut dikenal dengan nama Gu Chi Tunnel. Berjarak 75 kilometer di luar Kota Ho Chi Min, kawasan Gu Chi dulunya adalah hutan dan lahan yang subur. Namun semua berubah saat perang melanda antara tahun 1959 sampai 1975. Di bawah lahan 250 kilometer persegi, pejuang Vietnam menggali terowongan perang dan hidup di dalamnya. Hasilnya, kemenangan pun diraih.
Gu Chi Tunnel dibangun pada tahun 1940 sampai 1960 atau dengan kata lain butuh waktu 20 tahun untuk menggali. Salah satu lubang untuk masuk ke terowongan hanya sekitar 20x40 sentimeter. Terowongan masih asli seperti saat zaman perang. Terowongan sangat kecil dan hanya muat untuk satu orang. Di tengah-tengah terowongan ada beberapa ruangan yang digunakan para pejuang untuk rapat.
Untuk menjelajahi terowongan bawah tanah ini perlu hati-hati. Selain itu juga sangat menguras tenaga karena tidak jarang harus berjalan dalam posisi jongkok. Namun perjuangan tersebut terbayar dengan pengalaman yang tidak ada duanya. Untuk masuk ke terowongan bersejarah ini, setiap pengunjung harus membayar tiket yakni 20 ribu dong atau sebesar Rp 10 ribu.
Salah satu yang menarik perhatian pengunjung yaitu keberadaan beragam jebakan yang sangat mematikan pada zamannya. Benar-benar seperti suasana perang dulu. Tidak cuma patung lilin para pejuang Vietnam tapi juga sebuah tank yang dilumpuhkan masih ada. Lebih asyiknya lagi, pengunjung dapat mencoba senjata yang digunakan tentara Vietnam saat perang melawan pasukan Amerika Serikat.
Sekarang bergeser kembali ke pusat Kota Ho Chi Minh, tepatnya ke museum perang Vietnam yang tersohor. Museum ini menjadi favorit wisatawan yang datang ke Vietnam. Di sini banyak terpampang foto tentang kekejaman perang. Banyak hal bisa dipelajari dari wisata unik di Vietnam ini. Siapapun yang menang, siapapun yang kalah, perang tetap saja berujung derita.(JUM)