Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah petugas ditempatkan di sejumlah titik pemberangkatan arus mudik. Penempatan petugas untuk mengantisipasi kriminalitas yang mengincar para pemudik. Salah satunya di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
Kepala Pos Pengamanan Lebaran Kampung Rambutan Komisaris Polisi Senen mengatakan di Rambutan ada enam lokasi yang patut diwaspadai. Lokasi-lokasi tersebut sangat rawan kejahatan.
Pertama adalah tempat kedatangan bus. Di lokasi ini, banyak sekali penumpang yang turun dari bus sehingga lengah terhadap barang bawaannya. Kondisi turun yang berdesak-desakan akan membuat modus pencopetan kerap terjadi.
Kedua, tempat keberangkatan bus untuk tujuan Jawa Tengah. Sama halnya seperti di tempat kedatangan bus yakni banyak pencopetan karena kelengahan dari pemudik itu sendiri.
"Untuk yang ketiga itu di ruang tunggu penumpang dan loket pembelian tiket. Ditakutkan banyak penumpang yang menjadi korban pembiusan dari makanan atau minuman yang diberikan orang yang baru dikenal," kata Kompol Senen.
Titik keempat yakni berada di terminal kedatangan bus dalam kota yang menuju lokasi terminal keberangkatan luar kota. "Di lokasi ini ditakutkan dengan kerawanannanya itu pencopetan dan penipuan serta pembiusan takutnya.
Sedangkan yang kelima yakni pintu keluar terminal yang padat dengan angkutan kota yang berhenti untuk menunggu penumpang. "Jadi kita antisipasi soal kelancarannya, jadi takut terjadi lakalantas di sana," imbuhnya.
Terakhir adalah di peron masuk terminal dalam kota menuju terminal luar kota. Kompol Senen mengimbau seluruh pemudik yang ingin berangkat dari Kampung Rambutan untuk lebih berhati-hati dan menjaga barang bawaan.
"Jangan mau diberi apa-apa sama orang baru. Karena modus pembiusan ada di situ. Tahun-tahun lalu itu bius banyak. Tapi tahun ini alhamduliah tidak terjadi hingga hari ini," terangnya.
Personel yang diterjunkan di Kampung Rambutan baik dari Polda Metro Jaya, Polres Jaktim, maupun Polsek Ciracas lebih dari 60. Pihak kepolisian juga dibantu aparat TNI yang berasal dari Koramil dan dibantu oleh pramuka.(ALI/JUM)
Kepala Pos Pengamanan Lebaran Kampung Rambutan Komisaris Polisi Senen mengatakan di Rambutan ada enam lokasi yang patut diwaspadai. Lokasi-lokasi tersebut sangat rawan kejahatan.
Pertama adalah tempat kedatangan bus. Di lokasi ini, banyak sekali penumpang yang turun dari bus sehingga lengah terhadap barang bawaannya. Kondisi turun yang berdesak-desakan akan membuat modus pencopetan kerap terjadi.
Kedua, tempat keberangkatan bus untuk tujuan Jawa Tengah. Sama halnya seperti di tempat kedatangan bus yakni banyak pencopetan karena kelengahan dari pemudik itu sendiri.
"Untuk yang ketiga itu di ruang tunggu penumpang dan loket pembelian tiket. Ditakutkan banyak penumpang yang menjadi korban pembiusan dari makanan atau minuman yang diberikan orang yang baru dikenal," kata Kompol Senen.
Titik keempat yakni berada di terminal kedatangan bus dalam kota yang menuju lokasi terminal keberangkatan luar kota. "Di lokasi ini ditakutkan dengan kerawanannanya itu pencopetan dan penipuan serta pembiusan takutnya.
Sedangkan yang kelima yakni pintu keluar terminal yang padat dengan angkutan kota yang berhenti untuk menunggu penumpang. "Jadi kita antisipasi soal kelancarannya, jadi takut terjadi lakalantas di sana," imbuhnya.
Terakhir adalah di peron masuk terminal dalam kota menuju terminal luar kota. Kompol Senen mengimbau seluruh pemudik yang ingin berangkat dari Kampung Rambutan untuk lebih berhati-hati dan menjaga barang bawaan.
"Jangan mau diberi apa-apa sama orang baru. Karena modus pembiusan ada di situ. Tahun-tahun lalu itu bius banyak. Tapi tahun ini alhamduliah tidak terjadi hingga hari ini," terangnya.
Personel yang diterjunkan di Kampung Rambutan baik dari Polda Metro Jaya, Polres Jaktim, maupun Polsek Ciracas lebih dari 60. Pihak kepolisian juga dibantu aparat TNI yang berasal dari Koramil dan dibantu oleh pramuka.(ALI/JUM)