Liputan6.com, Washington D.C.: Penyelidikan kasus penembakan berantai yang mengguncang Washington D.C., Amerika Serikat, 4 September 2002, mulai menunjukkan titik terang. Polisi telah mengumpulkan informasi mengenai seorang pria yang dicurigai sebagai pelaku. Pria ini dilaporkan pernah menembaki rumahnya sendiri di Montgomery County.
Belakangan kecurigaan ini mentah kembali. Pasalnya, Kepala Polisi Montgomery County Charles Moose menyimpulkan, ia bukan pelaku penembakan di Washington yang menewaskan enam orang itu. Sebab, pelaku selalu meninggalkan sehelai kartu untuk meramal bertuliskan pesan yang mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan [baca: Tembakan Beruntun Menewaskan Lima Warga Washington D.C.]. Kendati begitu, tersangka tetap ditahan untuk diinterogasi. Sayang Moose belum mau mengungkapkan identitas pria itu.
Kasus tersebut mengundang perhatian khalayak luas. Teror pun melanda negara-negara bagian lain di Negeri Paman Sam. Untuk mengusut insiden menghebohkan tersebut, polisi melibatkan Badan Pusat Intelijen (CIA) dan Biro Penyelidik Federal AS (FBI).(KEN/Pin)
Belakangan kecurigaan ini mentah kembali. Pasalnya, Kepala Polisi Montgomery County Charles Moose menyimpulkan, ia bukan pelaku penembakan di Washington yang menewaskan enam orang itu. Sebab, pelaku selalu meninggalkan sehelai kartu untuk meramal bertuliskan pesan yang mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan [baca: Tembakan Beruntun Menewaskan Lima Warga Washington D.C.]. Kendati begitu, tersangka tetap ditahan untuk diinterogasi. Sayang Moose belum mau mengungkapkan identitas pria itu.
Kasus tersebut mengundang perhatian khalayak luas. Teror pun melanda negara-negara bagian lain di Negeri Paman Sam. Untuk mengusut insiden menghebohkan tersebut, polisi melibatkan Badan Pusat Intelijen (CIA) dan Biro Penyelidik Federal AS (FBI).(KEN/Pin)