FOTO: [CERITA] Melestarikan Silat Betawi dari Rusunawa

Sudah 5 tahun Irwanto, pria yg akrab disapa Bang Iwan (36) yang sehari-hari berprofesi sebagai pegawai toko itu membuka Perguruan Pencak Silat Chingkrik Betawi Rusunawa meskipun dengan keterbatasan tempat latihan.

oleh Johan Fatzry diperbarui 28 Jun 2020, 12:00 WIB
[CERITA] Melestarikan Silat Betawi dari Rusunawa
Sudah 5 tahun Irwanto, pria yg akrab disapa Bang Iwan (36) yang sehari-hari berprofesi sebagai pegawai toko itu membuka Perguruan Pencak Silat Chingkrik Betawi Rusunawa meskipun dengan keterbatasan tempat latihan.
Iwan bersiap mengajar Silat Chingkrik Betawi di Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Selepas Isya, Irwanto yg akrab disapa Bang Iwan (36) menyiapkan pangsi hitam, peci, dan sabuk hijau yang akan digunakan untuk latihan silat malam itu di aula Rusunawa. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Iwan menunjukkan sejumlah senjata yang biasa digunakan dalam latihan. Sudah 5 tahun pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pegawai toko itu membuka Perguruan Pencak Silat Chingkrik Betawi Rusunawa meskipun dengan keterbatasan tempat latihan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Iwan memimpin doa sebelum memulai latihan. Di aula yang tidak terlalu besar itu Iwan setidaknya telah melatih ratusan murid mayoritas anak-anak hingga remaja dan memenangi beberapa kejuaraan baik tingkat wilayah maupun Provinsi. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Iwan saat mengajarkan Silat Chingkrik Betawi kepada muridnya. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Berbekal dari belajar silat Chingkrik di wilayah Bukit Duri yang digurui oleh Kong Sulaiman, Iwan diamanatkan untuk mengembangkan seni beladiri Betawi tersebut kepada anak-anak muda di lingkungan tempat tinggalnya, yakni di Kampung Pulo. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Iwan saat mengajarkan Silat Chingkrik Betawi kepada muridnya. 5 Tahun berjalan, perguruan silat yang didirikan Iwan sempat terhenti akibat penggusuran lahan Kampung Pulo. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Namun, berpindah ke Rusunawa tak mengendorkan semangat Iwan untuk terus mengajarkan silat kepada kaum muda. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Iwan saat menunjukkan salah satu jurus Silat Chingkrik Betawi. Dirinya sadar bahwa seni beladiri asli Betawi ini semakin dilupakan di tanah kelahirannya yang tenggelam akibat ekspansi modernisasi. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Iwan didampingi murid menyaksikan salah satu murid saat menunjukkan jurus Silat Chingkrik. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Iwan bersama keluarga dan murid saat beristirahat di sela latihan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Ayah dari 2 anak berharap perguruan silatnya dapat terus berkembang agar kaum milenial bisa lebih mengenal serta melestarikan salah satu kebudayaan Betawi tersebut. "Menanamkan akhlak dan jati diri kepada anak-anak sejak dini itulah tujuan belajar silat." ungkapnya. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Sejumlah penghargaan dan foto dokumentasi Perguruan Silat Chingkrik Betawi Rusunawa saat mengikuti kejuaraan terpajang di dinding tempat latihan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Baju pangsi, peci merah, sabuk, dan sebilah golok yang biasa dikenakan Iwan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Salah seorang murid melintasi foto Kong Sulaiman, guru silat Iwan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Salah seorang murid Iwan saat menunjukkan jurus Silat Chingkrik Betawi. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya