VIDEO: Internet Jadi Medan Perang Pemerintah dan Pers

Pemimpin redaksi dan CEO Rappler, situs berita daring berbasis di Filipina divonis bersalah atas pencemaran nama baik. Dikhawatirkan putusan ini akan berdampak lebih buruk bagi kebebasan pers dan berpendapat di Filipina terutama dalam ranah internet. Selengkapnya,

oleh Yoga NugrahaDiterbitkan 22 Juni 2020, 15:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta Pemimpin redaksi dan CEO Rappler, situs berita daring berbasis di Filipina divonis bersalah atas pencemaran nama baik. Dikhawatirkan putusan ini akan berdampak lebih buruk bagi kebebasan pers dan berpendapat di Filipina terutama dalam ranah internet. Selengkapnya, ikuti laporan VOA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya