BSSN Dorong Sinergi Keamanan dan Inovasi AI dalam Penguatan Pemerintahan Digital

Kepala BSrE BSSN Jonathan Gerhard Tarigan ingatkan pentingnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara etis dan terarah di sektor publik.

oleh Tim NewsDiterbitkan 09 Oktober 2025, 19:40 WIB
BSrE BSSN gelar forum tahunan BeTalk 2025 bertema 'Build with AI, Protect with Information Security'. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan forum tahunan BeTalk 2025 bertema 'Build with AI, Protect with Information Security'.

Kegiatan yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam memperkuat transformasi digital nasional yang aman, adaptif, dan berintegritas.

Kepala BSrE BSSN Jonathan Gerhard Tarigan menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara etis dan terarah di sektor publik.

"Pemanfaatan AI harus sejalan dengan nilai etika dan keamanan informasi agar dapat mendukung layanan publik yang efektif, transparan, dan tepercaya," ujar Jonathan melalui keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).

Kemudian, Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber BSSN Bondan Widiawan menegaskan komitmen lembaganya dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang tangguh.

"BSSN berperan memastikan tata kelola keamanan informasi nasional menjadi fondasi utama bagi transformasi digital pemerintahan yang tepercaya," ucap Bondan.

Dia menjelaskan, sebagai wujud nyata inovasi, BSrE memperkenalkan Chatbot AI BSrE, layanan berbasis kecerdasan artifisial yang menghadirkan pengalaman interaktif dan responsif bagi pengguna sertifikasi elektronik.

"Inovasi ini mencerminkan komitmen BSSN dalam menghadirkan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat tata kelola keamanan informasi menuju pemerintahan digital yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan," jelas Bondan.

 

Kepercayaan dan Keamanan

Rangkaian sesi BeTalk 2025 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai bidang yang membahas penerapan AI di sektor pemerintahan.

Kepala Bidang Teknologi Informasi BSrE BSSN Agung Nugraha memaparkan strategi BeAI untuk mempercepat layanan sertifikasi elektronik sekaligus memperkuat prinsip Digital Trust by Design.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi digital selalu dibangun dengan kepercayaan dan keamanan sejak tahap perancangannya," jelas Agung.

Dari sektor industri, Anwar Syarif dari BytePlus menyoroti peran AI dalam membangun komunikasi publik yang lebih adaptif dan berbasis data guna meningkatkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

Kepala Bidang Keamanan Informasi BSrE BSSN Zaenal Suhardono menegaskan pentingnya penerapan BeSmart Framework sebagai fondasi keamanan informasi dalam inovasi AI yang berkelanjutan.

 

Pentingnya Jaga Keamanan dan Privasi

Lalu, Juru Bicara BSSN Arif Rahman Hakim menekankan urgensi penerapan Responsible AI di sektor publik.

"AI harus dikembangkan dengan menjunjung tinggi prinsip keamanan, privasi, dan akuntabilitas. Inilah pilar utama tata kelola teknologi yang etis dan transparan," tegas Arif.

Dalam sesi diskusi panel lintas sektor yang melibatkan KemenPANRB, BSSN, BSrE, dan BytePlus, para panelis membahas arah kebijakan serta tantangan implementasi AI dalam pemerintahan digital Indonesia.

Diskusi menyoroti pentingnya keseimbangan antara inovasi digital dan keamanan informasi agar transformasi birokrasi berjalan efektif dan mendapat kepercayaan publik.

"Transformasi digital tidak bisa hanya berfokus pada kecepatan dan efisiensi. Keamanan informasi adalah pondasi utama agar masyarakat percaya pada layanan digital pemerintah,' kata salah satu panelis dari KemenPANRB.

Kegiatan BeTalk 2025 diikuti oleh lebih dari 730 instansi pengguna layanan BSrE dari berbagai tingkat pemerintahan, dengan sekitar 200 peserta hadir secara luring dan lebih dari 1.000 peserta bergabung secara daring melalui platform digital.

Infografis 10 Tips Amankan Data Pribadi dari Serangan Siber. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya