Begini Persiapan Transisi dari PSBB ke Era New Normal di Jakarta

PSBB Jakarta rencananya bakal berakhir pada 4 Juni 2020, berikut persiapan dari sektor transportasi dan peribatan jelang memasuki era new normal

oleh Novi NadyaDiterbitkan 02 Juni 2020, 20:45 WIB
Jelang new normal, seluruh mal di Jakarta akan buka pada 5 Juni 2020 mendatang. (Foto: Unsplash/Ke Vin)

Jakarta PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar fase ketiga di Jakarta bakal segera bertransisi ke era new normal. PSBB sendiri bakal berakhir pada Kamis, 4 Juni 2020. 

"Perpanjangan ini adalah masa menentukan. Mengapa? Karena apabila di hari-hari ini, penularan di Jakarta menurun, angka kasus baru menurun," ujar Anies di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 25 Mei 2020 melansir dari Liputan6.com. 

Sebab itu, Jakarta terus membenahi diri untuk persiapan memasuki new normal  dengan menyiapkan berbagai strategi protokol kesehatan dalam setiap sektor. Seperti dalam sektor perekonomian, peribadatan, sosial, budaya, transportasi, dan lainnya.

Seperti PT MRT Jakarta yang tengah mempersiapkan jadwal operasional MRT pada jadwal sibuk selama new normal. Hingga kini PT MRT masih belum menentukan secara spesifik rentang waktu jam sibuk.

"Sekarang frekuensinya 30 menit sekali, mungkin nanti pola operasi saat jam sibuk lima menit sekali," ujar Humas PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin melansir dari Liputan6.com.

 

 


Persiapan New Normal MRT

Personil TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaraan HI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). Pengerahan aparat TNI dan Polri ini akan dilakukan di objek keramaian seperti di tempat lalu lintas masyarakat, mal, pasar tradisional, tempat pariwisata, dan lain-lain. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menyatakan salah satu persiapan new normal yaitu mendorong sejumlah perusahaan agar menerapkan waktu kerja yang fleksibel.

"Kami kenalkan dan mendorong waktu kerja yang fleksibel sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk yang biasanya terjadi pukul 07.00-09.00 atau 17.00-19.00," kata William saat dikonfirmasi.

Sejauh ini protokol kesehatan yang sudah dilaksanakan untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 adalah cek suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius tidak boleh masuk, pemakaian masker, dan menjaga jarak fisik antara satu kursi penumpang dan lainnya.

 


LRT Jakarta

Penumpang berswafoto di dalam gerbong kereta LRT di Stasiun Velodrome, Jakarta, Minggu (1/12/2019). Kereta LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading beroperasi secara komersial mulai hari ini (1/12) dengan tarif Rp5.000 flat untuk sekali perjalanan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

General Manager Corporate Secretary LRT Jakarta Bintang Kemal mengatakan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah protokol guna menyambut tatanan baru atau new normal. Salah satunya yakni dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, seperti penggunaan tombol footswitch (pedal kaki) untuk mengatur elevator.

"Kita sudah menerapkan footswitch dan sedang mengembangkan ke voice command (perintah suara) untuk mengurangi sentuhan," kata Bintang dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Juni 2020.

Dia menjelaskan saat ini terdapat 11 footswitch, dua di antaranya berada di elevator Gedung Manajemen Control Center(MCC) di area depo LRT, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Lanjut Baca:

Lalu kata Bintang, sembilan sisanya ada di elevator setiap stasiun LRT. Selain itu dia juga mengimbau agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan di kawasan stasiun, mulai dari jaga jarak hingga penggunaan masker. Direktur Utama LRT Jakarta, Wijanarko menyatakan pihaknya juga telah mengembangkan cara agar pengguna dapat mengurangi kontak fisik dengan yang lainnya. "Kita sedang mengembangkan untuk tap in gate LRT Jakarta hanya dengan menggunakan handphone melalui aplikasi link aja. Jadi, tidak perlu menggunakan kartu lagi. Social distancing tetap diterapkan," kata Wijarnako.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya