Warga Ngeyel Tak Patuh Protokol Jelang New Normal, Ini yang Akan Dilakukan Aparat

Pemerintah mengerahkan aparat TNI-Polri untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan virus corona jelang era new normal.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 27 Mei 2020, 18:53 WIB
Personil TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaraan HI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). Sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya namun tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan aparat TNI-Polri akan menggunakan pendekatan persuasif saat mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan virus corona (Covid-19) jelang era New Normal. Jika ada masyarakat yang tidak patuh mengikuti protokol kesehatan, maka TNI-Polri akan menyerahkannya ke sekuriti.

"Ketika masyarakat yang tadi katakan ngeyel atau tidak patuh maka aparat keamanan akan menyerahkan kepada sekuriti. Sekuriti apakah itu di tempat di pasar atau di tempat-tempat tertentu," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam video conference, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Dia meyakini cara ini tidak menimbulkan ketegangan antara aparat keamanan dengan masyarakat. Kendati begitu, masyarakat juga diimbau agar tak mudah terpancing apabila diingatkan aparat keamanan untuk memakai masker, menjaga jarak, dan tak berkerumun.

"Mudah-mudahan tidak terjadi (ketegangan) dan seluruhnya bisa sabar, bisa menahan diri. Jangan gara-gara persoalan sepele lantas menimbulkan ketegangan," kata Doni soal New Normal.

Menurut dia, ada sejumlah tahapan pemeriksaan awal yang dilakukan TNI-Polri di tempat-tempat keramaian untuk mencegah penularan virus corona. Misalnya, pengukuran suhu tubuh.

"Apabila (suhu tubuh) melampaui 37,5 derajat celsius maka yang bersangkutan diharapkan tidak masuk ke satu tempat yang menjadi kawasan tempat yang dilonggarkan, diminta untuk tidak memasuki tempat tersebut," jelas Doni soal pendisiplinan warga jelang New Normal.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Persiapan Era New Normal

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana menerapkan new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Dia telah mengerahkan aparat TNI-Polri untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan virus corona.

Pendisiplinan ini untuk mempersiapkan masyarakat memasuki tahapan new normal. Setidaknya, ada 340.000 personel TNI-Polri yang diturunkan untuk mendisiplinkan masyarakat. Mereka akan mengawasi 1.800 titik keramaian mulai dari pasar, mal, hingga tempat pariwisata.

Pendisiplinan ini dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini, ada 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota yang dilakukan pendisilinan untuk memasuki fase new normal.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya