Jakarta - Liga Indonesia bukan sekadar ladang pencarian rezeki belaka bagi para pemain asing. Ada pula yang mendapatkan jodoh di sini hingga melebur dengan budaya masyarakat, termasuk menjadi mualaf.
Indonesia, yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sedikit banyak memengaruhi beberapa pesepak bola asing untuk menjadi mualaf. Setelah memeluk agama islam, otomatis para pemain asing bisa merayakan lebaran.
Advertisement
Cristian Gonzales menjadi contohnya. Pertemuan Gonzales dengan sepak bola Indonesia mengantarkannya memeluk Islam. Pada 2003, striker asal Uruguay yang kini telah menjadi WNI saat berkostum PSM Makassar.
Kultur masyakakat Makassar yang sebagian besar memeluk Islam banyak berpengaruh terhadap proses Gonzales jadi mualaf. Tapi, ada satu momen yang membuat ia benar-benar mantap menjadi muslim, yakni melihat sang istri, Eva Siregar berwudu.
Gonzales yang menikahi Eva pada 1995 mengucap kalimat syahadat pada 9 Oktober 2003 di Surabaya dengan nama Mustafa Habibi.
Kehidupan religi Gonzales makin kuat menginjak usia 40 tahun. Hingga saat ini, El Loco dan keluarga selalu menjalankan tradisi Tahlilan pada malam hari sebelum pertandingan. Selain itu, El Loco juga menyantuni anak yatim piatu dan membangun Musala di Mojokerto.
Siapa lagi yang menjadi mualaf setelah Cristian Gonzales? Simak di halaman berikutnya.
Abanda Herman
Pada 18 April 2013 di Masjid Nurul Iman, Bandung, Abanda mengucap kalimat syahadat disaksikan manajemen dan tim pelatih Persib Bandung, termasuk Djadjang Nurdjaman. Momen hijrah Abanda menjadi seorang muslim disaksikan oleh masyakarat dan media.
Ketertarikan pemain asal Kamerun menjadi mualaf sedikit banyak dipengaruhi rutinitasnya bersama Persib, yang mayoritas pemain beragama Islam.
Abanda melihat kedamaian saat rekan-rekannya salat berjamaah. Atas dasar itulah dia mantap menjadi muslim dan memperdalam agama. Nama islam Abanda adalah Ahmad Abanda.
Marcio Souza
Pemain asal Brasil Marcio Souza mengucapkan kalimat syahadat saat memperkuat Semen Padang pada 2010, dipimpin Ketua MUI Kota Padang pada waktu itu, Buya Syamsul Bahri Khatib, untuk melafalkan kalimat syahadat di Masjid Nurul Iman, Kota Padang, 28 Maret 2010.