Deretan Transfer Fantastis Chelsea yang Sia-Sia

Chelsea dikenal sebagai salah satu klub Inggris yang doyan menghamburkan duit buat menggaet pemain berlabel bintang. Sayangnya, tak semua pemain itu sukses di The Blues.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 20 Mei 2020, 14:50 WIB
Interior kandang Chelsea, Stamford Bridge. (AFP/Ben Stansall)

Jakarta - Chelsea meraih kesuksesan besar dalam dua dekade terakhir. Mereka tidak hanya meraih lima gelar Premier League, tetapi juga menjadi raja Eropa di Liga Champions dan Liga Europa.

Kesuksesan itu tentu saja berkat dukungan finansial dari Roman Abramovich. Di bawah taipan asal Rusia itu, Chelsea membawa banyak pemain kelas dunia ke Stamford Bridge.

Eden Hazard, Petr Cech, dan Didier Drogba adalah pemain bintang yang berhasil direkrut Chelsea. Semua kemudian menjadi legenda The Blues dalam satu dekade terakhir.

Akan tetapi, tidak semua rekrutan anyar menjadi bintang di Chelsea. Beberapa di antaranya justru menjadi pembelian terburuk klub.

Berikut ini 5 transfer terburuk Chelsea seperti dilansir Ronaldo.com.


Andriy Shevchenko

Namun sayang, selama dua tahun bersama Chelsea, Andriy Shevchenko gagal bersinar karena terlalu sering berada di bangku cadangan. Karier sepak bolanya pun terus merosot di Premier Leagu. (AFP/Adrian Dennis)

Semua orang yakin Chelsea mendapatkan jackpot dengan mengontrak Andriy Shevchenko dari AC Milan.

Striker Ukraina ini mencetak 175 gol dalam 322 penampilan untuk Rossoneri dan membawa mereka meraih gelar Serie A dan Liga Champions. Dia juga mengalahkan Deco, Ronaldinho, dan Thierry Henry dalam perebutan Ballon d'Or 2004.

Namun, Shevchenko kehilangan ketajamannya di Stamford Bridge. Empat gol dalam 30 pertandingan Premier League di musim 2006/07 adalah pencapaian yang buruk. Dia bernasib lebih buruk pada musim berikutnya, hanya membuat 17 penampilan dan terkadang gagal masuk skuad pertandingan.

Shevchenko kembali ke Milan pada 2008 dengan status pinjaman untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Namun, langkah itu tidak berhasil. Dia hanya mencetak dua gol dalam 26 pertandingan sebelum kembali ke klub masa kecilnya Dynamo Kyiv dengan status bebas transfer setahun kemudian.


Khalid Boulahrouz

Khalid Boulahrouz (AFP/Adrian Dennis)

Mantan bek tengah Hamburg ini bergabung pada 2006, dengan tujuan untuk memperkuat lini belakang Chelsea. Dia bukan bek yang buruk pada zamannya. Tapi waktunya di London benar-benar bencana karena hanya membuat 23 penampilan di semua kompetisi.

Boulahrouz tampil menonjol di bawah Jose Mourinho pada awal 2006/07. Tetapi pelatih Portugal itu kemudian kehilangan kepercayaan pada kemampuannya dan sering kali mencoretnya dari skuad pertandingan.

Mungkin momen terendah Boulahrouz adalah ketika ia diabaikan demi Michael Essien, ketika John Terry atau Ricardo Carvalho tidak tersedia.

Lanjut Baca:

Pemain asal Belanda itu kemudian dipinjamkan ke Sevilla pada 2007 sebelum bergabung dengan Stuttgart secara permanen setahun kemudian seharga 5 juta euro. Dia pensiun pada 2016.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya