Periode-periode Menyedihkan Timnas Indonesia di Piala AFF

Timnas Indonesia harus puas dengan status spesialis runner-up di Piala AFF karena dari lima kali masuk final, lima kali pula kandas dan hanya meraih tempat kedua.

oleh Gregah NurikhsaniDiterbitkan 15 Mei 2020, 17:25 WIB
Timnas Indonesia - Periode Kelam Timnas Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Timnas Indonesia, tim yang (pernah) dicap sebagai Macan Asia, adalah negara pertama dari Benua Kuning yang sanggup menembus Piala Dunia pada 1938 silam. Namun di balik itu semua, tercatat banyak prestasi menyedihkan di level Asia Tenggara saja, tepatnya pada Piala AFF (dulu bernama Piala Tiger).

Timnas Indonesia berulang kali melangkah hingga final Piala AFF. Akan tetapi, tak sekalipun piala lambang supremasi sepak bola Asia Tenggara itu mampir di lemari trofi. Padahal hampir tiap edisi, Merah Putih selalu digadang-gadang sebagai kandidat terkuat peraih juara.

Thailand menjadi tim tersukses dengan torehan lima kali juara. Sementara, Timnas Indonesia harus puas dengan status spesialis runner-up karena dari lima kali masuk final, lima kali pula kandas dan hanya meraih tempat kedua. Pada edisi 2000, 2002, dan 2004, Indonesia bahkan mencatatkan hattrick runner-up.

Timnas Indonesia juga pernah empat kali gagal lolos babak grup. Itu didapatkan pada edisi 2007, 2012, 2014, dan yang terakhir pada edisi terakhir, 2018.

Berikut ini cerita mengenaskan Timnas Indonesia di Piala AFF.


Sepak Bola Gajah di Piala AFF 1998

Gol bunuh diri yang dicetak bek Timnas Indonesia, Mursyid Effendi, di Piala Tiger 1998. (Youtube)

Tidak ada yang menduga, terutama di kalangan pencinta sepak bola Indonesia, bila keikutsertaan Timnas Indonesia pada Piala AFF 1998 (dulu bernama Piala Tiger) meninggalkan noda hitam bagi sepak bola negeri ini.

Insiden sepak bola gajah yang terjadi pada babak penyisihan akan terus dikenang sebagai titik terendah dalam sejarah si kulit bundar di Tanah Air. Sikap tidak sportif yang diperlihatkan Tim Garuda tidak hanya menyentak publik dalam negeri karena kejadian ini juga jadi perhatian di pentas internasional.

Kejadian bermula ketika Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, Myanmar, dan Filipina. Ketika itu Thailand dan Indonesia mendominasi penyisihan grup.

Alhasil, Indonesia yang kala itu dilatih Rusdy Bahalwan (almarhum) dan Thailand memastikan diri tampil di semifinal. Penentuan juara dan runner-up grup ditentukan pada duel terakhir (laga ketiga), yang mempertemukan keduanya.

Tidak diduga, pertandingan yang diprediksi berjalan panas karena dua tim terbaik di Grup A berhadapan, justru memunculkan keanehan sejak awal pertandingan. Kedua tim bermain dalam tempo lambat dan tampak tidak bergairah untuk memenangi pertandingan.

Lanjut Baca:

Di pengujung waktu normal, kejadian menyesakkan ini terjadi. Adalah Mursyid Effendi yang jadi pelaku gol bunuh diri pada menit ke-90 yang membuat Indonesia kalah 2-3. Gol bunuh diri itu tidak hanya mengagetkan penonton di Stadion Thong Nat, Ho Chi Minh, Vietnam, namun juga suporter setia Indonesia yang berada di Tanah Air menyaksikan siaran langsung lewat layar kaca. Nyaris tidak ada yang percaya gol bunuh diri itu terjadi, membuat Indonesia kalah dan jadi runner-up. Unsur kesengajaan dalam proses gol bunuh diri itu sangat jelas terlihat. Melalui layar kaca, penggemar sepak bola di Tanah Air tersentak karena seusai membobol gawang sendiri, Mursyid disambut beberapa rekan setim justru melakukan selebrasi. Motif menghindari Vietnam di semifinal diduga kuat sebagai alasan Timnas Indonesia dan Thailand enggan menang di partai terakhir penyisihan Grup A hingga akhirnya memilih memainkan sepak bola gajah. Saat itu Vietnam dianggap menakutkan untuk dihadapi karena permainan yang diperlihatkan selama penyisihan grup. Padahal, justru Singapura yang keluar sebagai juara Grup B. Apesnya, rencana menghindari Vietnam di semifinal tetap tidak mampu membawa Indonesia ke final karena di semifinal, Yusuf Ekodono cs. dikalahkan Singapura 1-2 pada 3 September 1998. Sama seperti Indonesia, Thailand juga menyerah dengan skor 0-3 dari Vietnam. Singapura akhirnya memenangi gelar juara Piala AFF 1998, gelar pertama mereka, setelah menundukkan tuan rumah Vietnam 1-0. Sedangkan Indonesia, mengakhiri Piala AFF 1998 dengan berada di peringkat ketiga setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti (5-4) setelah di waktu normal bermain sama kuat, 3-3.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya