Blood Quantum: Bangkitnya Mayat Hidup Haus Darah, Incar Manusia Yang Tersisa

Satu lagi film tentang zombi alias mayat hidup. Blood Quantum karya Jeff Barnaby ini punya latar unik. Seperti apa?

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 14 Mei 2020, 10:40 WIB
Poster film Blood Quantum. (Foto: IMDb/ Prospector Films)

Liputan6.com, Jakarta Ada kalanya Anda bosan dan butuh film yang menghibur, titik. Tipe film berdurasi tak lebih dari 120 menit, alur simpel, tempo bergegas, dengan akhir suka-suka. Jika itu yang Anda butuhkan saat ini, Blood Quantum (mungkin) solusinya.

Blood Quantum dipasarkan di Cannes Film Market Mei tahun lalu. Tak main-main, sesi premier pertama Blood Quantum dihelat di Festival Film Internasional Toronto 2019. Di ajang bergengsi itu, Blood Quantum beroleh gelar second runner-up People Choice Award dalam sesi Midnight Madness.

Sehangat itu sambutan publik festival untuk Blood Quantum. Lantas seperti apa keseluruhan konten film ini? Rupanya cerita Blood Quantum berlatar suaka Indian Red Crow pada tahun 1981.


Ikan Salmon Hidup Lagi

Poster film Blood Quantum. (Foto: IMDb/ Prospector Films)

Gigisu (Stonehorse) yang tengah panen ikan salmon syok berat. Ikan-ikan yang telah mati dan isi perutnya dikeluarkan hidup lagi. Ia menghubungi putranya, Traylor (Michele). Keduanya lantas membakar ikan-ikan itu termasuk anjing yang mendadak hidup lagi.

Di waktu berbeda, Traylor dikabari istrinya, Joss (Elle) bahwa anak mereka, Joseph (Forest) ditangkap polisi. Penyebabnya, mabuk, memanjat jembatan lalu (maaf) buang air besar dari ketinggian. Di dalam penjara terjadi peristiwa mengerikan.

Napi yang satu sel dengan Joseph muntah darah, tewas, hidup lagi, lalu jadi beringas. Mereka yang hidup lagi menjadi zombi. Siapapun yang digigit zombi terinfeksi lalu menjadi zombi baru haus darah. Enam bulan berselang, infeksi zombi memaksa para penyintas menjalani “the new normal.”

Traylor, Joss, dan kawan-kawan mebentuk koloni khusus untuk penyintas. Joseph diketahui menghamili Charlie (Olivia). Ada lagi kakak tiri Joseph, Lysol (Kiowa) dan kekasihnya, James (Devery Jacobs) yang mencandu kokaina. Konflik horizontal di antara mereka membuat kondisi memburuk.

 


Tunduk Pada Aturan Zombi

Poster film Blood Quantum. (Foto: IMDb/ Prospector Films)

Blood Quantum tunduk pada aturan mendasar soal film zombi. Film bertema mayat hidup, selalu menampilkan faktor pencetus, infeksi, zombi, penyintas, dan permukiman manusia (yang kemudian diserang mereka yang terinfeksi).

Dari sini cerita dijalin tentu dengan bumbu universal seperti topik orang tua dan anak, percintaan, plus pengorbanan. Romantika macam ini kita temukan dari World War Z, Train To Busan, Resident Evil, hingga film ugal-ugalan ala Zombieland sekalipun. Blood Quantum menembalkan citra itu.

Lanjut Baca:

Yang membedakan Blood Quantum dari film zombi lain, latar belakang cerita soal suku Indian dan para pendatang. Cerita bergulir berdasarkan pepatah kuno. Isinya kurang lebih, peringatan untuk tidak membuat perjanjian dengan penduduk suatu negeri yang dituju agar tak menyebabkan kehancuran. Runtuhkan altar pemujaan mereka dan batu-batu yang dianggap suci oleh mereka. Nasihat klasik ini juga melarang kawin campur, yakni menjodohkan putra pendatang dengan putri penduduk asli. Jika ini terjadi maka putri mereka akan memengaruhi para putra pendatang untuk berbuat serupa.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya