Lihat Kabah Lagi, Mike Tyson: Masya Allah

Menjalani Ramadan, Mike Tyson membagikan pesan cinta kepada para pengikutnya di Instagram.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 13 Mei 2020, 02:29 WIB
Legenda tinju Amerika Serikat, Mike Tyson, menonton langsung pertarungan antara Floyd Mayweather Jr melawan Conor McGregor di T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu (27/8/2017) pagi WIB. (AP Photo/Isaac Brekken)

Liputan6.com, Jakarta - Mike Tyson, pria dengan segudang masa lalu yang kelam. Namun saat Ramdan datang, mantan juara dunia tinju kelas berat itu menampilkan sisi lain kehidupannya yang penuh dengan cinta dan kasih.

Siapa yang tidak kenal Tyson di era kejayaannya. Petinju yang dijuluki Si Leher Beton itu menjadi idola jutaan orang di dunia. Kehadirannya di atas ring, membangkitkan kembali gairah para pecinta tinju terhadap pertarungan kelas berat yang sempat meredup sepeninggal sang legenda, Mohammad Ali.

Tyson yang lahir di daerah rawan kejahatan, Brooklyn, sejak kecil sudah terbiasa dengan kekerasan. Namun tinju berhasil menyelamatkannya dari jalur hitam kehidupan keras di wilayahnya.

Kemampuan Tyson sebagai petinju luar biasa, Selain ditopang tubuh yang kokoh dan pukulan yang akurat, pria yang kini sudah berusia 53 tahun tersebut juga dikenal cerdik saat bertarung di atas ring.

Pada usia 20 tahun, Tyson sudah menjadi juara dunia. Dia berhasil menang KO ronde kedua atas Trevor Berbick pada perebutan gelar WBC, 22 November 1986. Tyson yang saat itu baru menginjak usia 20 tahun 150 hari  menjadi juara dunia kelas berat termuda sepanjang sejarah.

Sejak saat itu, kariernya terus meroket. Bayaran yang diterima pun terus melimpah. Bahkan, di era keemasannya, Tyson sempat masuk dalam daftar atlet-atlet terkaya di dunia.  

 


Temukan Hidayah

Petinju kelas berat Mike Tyson menunggu untuk menimbang berat badan di Blackburn Center, Howard Univeristy, Washington DC (09/06/2005). (AFP PHOTO/Jim WATSON)

Namun bagi Tyson, pukulan lawan bukan hal yang menakutkan. Tantangan terberat justru datang dari kehidupannya sehari-hari. Celakanya, berulang kali Tyson kalah saat diuji di tengah kejayaannya.

Uang yang melimpah membuat Tyson gelap mata. Terjerumus dalam kehidupan yang ugal-ugalan. Mulai dari obat-obatan, seks bebas, hingga perbuatan kriminal yang menyeretnya ke pengadilan.

Keterpurukan terparah dialaminya pada rentang 1992 hingga 1995. Mike Tyson divonis penjara selama tiga tahun atas kasus pemerkosaan terhadap Miss Black America 1991 Desiree Washington. Nama besarnya hancur. From hero to zero, Tyson yang awalnya dipuja berbalik dihujat berbagai pihak.

Tiga tahun hidup di hotel prodeo menjauhkan Tyson dari kehidupan serba glamor. Tidak ada lagi pesta semalam suntuk di Las Vegas dan pasokan obat-obatan terlarang juga sudah semakin sulit didapatnya.

Lanjut Baca:

Meski demikian, situasi ini justru menjadi jalan terang bagi kehidupan Tyson. Di balik jeruji besi, Tyson menemukan hidayah dan menjadi mualaf. Dia kemudian mengubah namanya menjadi Malik Abdul Aziz. Menurut media-media Islam Amerika Serikat, Tyson masuk Islam setahun setelah belajar dari ustaz Muhammad Shadiq pada tahun 1993. Tyson mengaku mendapat ketenangan diri setelah mempelajari Islam dan sering membaca Al-Quran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya