6 Pebulu Tangkis Tunggal Putra Legendaris Indonesia dengan Prestasi Fenomenal

Berikut 6 pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yang pantas disebut legenda karena prestasinya.

oleh Yus Mei SawitriErwin FitriansyahDiterbitkan 02 Mei 2020, 11:20 WIB
2. Taufik Hidayat (Bulutangkis Tunggal Putra) - Meraih medali emas Asian Games 2002 dan 2006. (AFP/Liu Jin)

Jakarta - Indonesia adalah salah satu dari kekuataan tradisional bulu tangkis dunia. Indonesia selalu melahirkan talenta-talenta berbakat yang mampu berbicara banyak di persaingan elite. 

Satu di antara kekuatan utama Indonesia di bulu tangkis adalah sektor ganda putra. Tim Merah putih juga kuat di nomor tunggal putra. 

Saat ini Indonesia mengandalkan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di persaingan tunggal putra dunia. Mereka bercokol di peringkat 10 besar dunia, bersama para pebulu tangkis elite lainnya. 

Sayangnya, Anthony maupun Jonatan belum mampu menyabet gelar di kejuaraan-kejuaraan utama seperti All England, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, maupun Olimpiade. Namun, mereka masih punya waktu untuk mengejar gelar-gelar bergengsi tersebut. 

Menengok ke belakang, sudah banyak pebulu tangkis yang membawa nama harum Indonesia dan mengibarkan bendera Merah Putih.

Pada nomor tunggal putra, Indonesia pernah melahirkan sejumlah nama pebulu tangkis dengan prestasi hebat. Hingga kini mereka masih dikenang sebagai legenda karena prestasinya yang mendunia.

Siapa saja mereka? Berikut pebulu tangkis nomor tunggal putra Indonesia dengan catatan prestasi yang fenomenal:


1. Tan Joe Hok (Sang Pionir)

Tan Joe Hok saat menghadiri acara Single Badminton Open Championship 2015, Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (10/9/2015). Saat acara tersebut Tan Joe Hok dianugerahi Lifetime Achievement. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Tan Joe Hok menjadi salah satu pebulutangkis andalan Indonesia pada era 60-an. Bisa dibilang pria yang juga punya nama Hendra Kartanegara ini adalah pionir atlet bulutangkis Indonesia yang meraih prestasi kelas dunia.

Tan adalah perintis tim Piala Thomas Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu dari anggota tujuh pendekar bulutangkis bersama Ferry Sonneville, Lie Poo Djian, Tan King Gwan, Njoo Kim Bie, Olich Solichin, dan Kadir Yusuf.

Mereka menjadi anggota tim Piala Thomas yang merebut lambang supremasi beregu putra itu pada 1958 saat menang 6-3 atas Malaysia di Singapura. Setelah itu, Tan memperkuat Indonesia kala meraih gelar juara Piala Thomas pada 1961 dan 1964.

Tan Joe Ho k menjadi pebulutangkis Indonesia pertama yang meraih gelar juara di turnamen prestisius All England pada 1959. Ia juga meraih medali emas Asian Games pada 1962.

 

 

 


2. Rudy Hartono (Raja All England)

Legenda bulutangkis Indonesia, Rudy Hartono meraih delapan gelar All England yakni pada 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974 dan 1976. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Sang Maestro, begitulah julukan Rudy Hartono lantaran keindahannya dalam bermain bulutangkis. Atlet kelahiran Surabaya ini punya prestasi mentereng yang hingga kini belum bisa disamai oleh atlet manapun.

Lanjut Baca:

Rudy menjuarai turnamen All England sebanyak delapan kali, tujuh di antaranya berturut turut pada 1968-1974. Satu gelar All England terakhir diraih Rudy dengan mengalahkan Liem Swie King pada turnamen 1976. Kala itu, sempat ada dugaan kemenangan itu diberikan King yang masih berusia 20 tahun buat Rudy yang menjadi seniornya. Hingga kini, misteri masih menyelimuti laga tersebut karena King tak pernah mau menjawab jika ditanya kebenaran soal dugaan memberi kemenangan itu. Rudy meraih gelar juara dunia pada 1980. Selain itu, ia enam kali menjadi anggota Piala Thomas, empat di antaranya mengantar Indonesia menjadi juara. Popularitas yang diraih Rudy sempat membawanya membintangi film berjudul Matinya Seorang Bidadari pada 1971.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya