Liputan6.com, Jakarta - Bisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Surabaya tetap bisa berjalan di tengah pandemi Corona Covid-19. Penyebabnya, ada stimulus dari pemerintah, baik sektor modal maupun perpajakan.
“Ini kabar baik dibagi pelaku usaha UMKM di tengah pandemi seperti ini,” ujar Jamhadi, Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat, 1 Mei 2020.
Advertisement
Ia menyebutkan, stimulus yang diberikan kepada UMKM Surabaya, antara lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran relaksasi kredit untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar. Selain itu, ada penundaan pokok angsuran selama enam bulan dan pemberian subsidi bunga atas debitur UMKM meliputi debitur kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit di bawah Rp500 juta dapat subsidi bunga pemerintah selama tiga bulan pertama 6 persen dan tiga bulan berikutnya 3 persen.
Artikel rahasia UMKM Surabaya bisa berjalan di tengah pandemi Corona COVID-19 menyita perhatian pembaca di Surabaya. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel terpopuler yang dirangkum pada Sabtu, (2/5/2020):
1.Rahasia UMKM Surabaya Bisa Berjalan di Tengah Pandemi Corona COVID-19
Bisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Surabaya tetap bisa berjalan di tengah pandemi Corona Covid-19. Penyebabnya, ada stimulus dari pemerintah, baik sektor modal maupun perpajakan.
“Ini kabar baik dibagi pelaku usaha UMKM di tengah pandemi seperti ini,” ujar Jamhadi, Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (1/5/2020).
Ia menyebutkan, stimulus yang diberikan kepada UMKM Surabaya, antara lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran relaksasi kredit untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar. Selain itu, ada penundaan pokok angsuran selama enam bulan dan pemberian subsidi bunga atas debitur UMKM meliputi debitur kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit di bawah Rp500 juta dapat subsidi bunga pemerintah selama tiga bulan pertama 6 persen dan tiga bulan berikutnya 3 persen.
Berita selengkapnya baca di sini
2.Menyambut Kapolda dan Kapolres Baru di Jatim
Polda Jatim dipimpin Kapolda baru. Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menggantikan Irjen Pol Luki Hermawan sebagai Kapolda Jawa Timur berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1377/V/KEP./2020 tanggal 1 Mei 2020
Sebelumnya, Mohammad Fadil menjabat sebagai Sahlisosbud Kapolri menggantikan Irjen Pol Luki Hermasan yang kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakalemdiklat Polri. "Benar ada mutasi di lingkup Polri sesuai dengan ST Kapolri," ujar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kabid Humas Polda Jatim, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat, 1 Mei 2020.
Bukan hanya jabatan Kapolda, sejumlah Kapolres di Jatim juga ikut dimutasi. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho saat ini menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tk II Bareskrim Polri.
Berita selengkapnya baca di sini
3.Update Corona COVID-19 pada 1 Mei 2020 di Jatim: Total Pasien Positif Tembus 1.031 Orang
Jumlah kasus pasien positif Corona COVID-19 menembus angka 1.000 kasus di Jawa Timur (Jatim). Terbaru ada penambahan 80 orang yang terkonformasi positif Corona COVID-19 sehingga total menjadi 1.031 orang.
Dari 80 tambahan kasus baru Corona COVID-19 itu, 58 kasus di antaranya dari Surabaya, delapan di Sidoarjo, tiga di Gresik. Kemudian dua kasus masing-masing di Lumajang dan Pacitan, serta satu kasus baru masing-masing di Kabupaten Pasuruan, Bangkalan, Probolinggo, Magetan, Lamongan, Nganjuk dan Bojonegoro.
"Surabaya sudah 496 positif, Sidoarjo 110, Magetan 46, Lamongan 43, Kabupaten Malang 34, Gresik 30. Itu enam besar daerah banyak positif di Jatim," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya Surabaya, Jumat malam, 1 Mei 2020.
Berita selengkapnya baca di sini