Komunitas TDA Ajukan 5 Poin Terkait UMKM Saat Pandemi

TDA meminta percepatan perijinan karena UMKM banyak yang harus berganti bisnisnya menyesuaikan kondisi di masyarakat.

oleh Liputan6.com diperbarui 05 Mei 2020, 04:15 WIB
Komunitas TDA Ajukan 5 Poin Terkait UMKM Saat Pandemi. foto: istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Ditengah pandemi corona Covid-19, hampir semua elemen terkena dampak yang luar biasa. Terlebih lagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berbagai langkah pun dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah komunitas terbesar di Tanah Air, Tangan Di Atas (TDA).

Mereka yang selama ini concern memberikan arahan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM dengan seluruh anggotanya yang ada di 95 kota di Indonesia melakukan meeting zoom dengan Wakil Ketua MPR Bidang Aspirasi Masyarakat dan Daerah, Lestari Moerdijat atau akrab disapa Mbak Rerie.

Dalam kesempatan tersebut, ada lima poin yang disampaikan oleh TDA. Pertama terkait perpajakan. TDA yang anggotanya pelaku UMKM meminta kepada pemerintah untuk membebaskan pph final hingga satu tahun kedepan.

Kedua, TDA meminta percepatan perijinan karena UMKM banyak yang harus berganti bisnisnya menyesuaikan kondisi di masyarakat sehingga mengharuskan pivot atau switch ke unit bisnis lain. Sayangnya pemerintah lamban dalam membantu perijinan.

“Di lapangan yang terjadi banyak kantor pemerintahan yang justru malah tutup sehingga UMKM tidak bisa mengurus perijinan. Selama masa Covid ini kami berharap perijinan lebih serius lagi membantu UMKM agar tetap berjalan,” terang Rudi Sahputra, Direktur Kebijakan Publik TDA.

Yang ketiga, terkait peminjaman lunak agar pemerintah memberikan keringanan terhadap UMKM yang memang membutuhkan. Keempat adalah pembinaan usaha. TDA memiliki Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) yang mungkin bisa disinergikan sebagai mitra BUMN.

Komunitas TDA Ajukan 5 Poin Terkait UMKM Saat Pandemi. foto: istimewa

Terakhir untuk memperluas akses pasar, TDA sudah membuat platform belitda.com yang berisi katalog produk UMKM dari sekitar 23 ribu member yang bisa disinergikan dengan program pemerintah dan berharap pemerintah bisa memberikan akses pasar seluas-luasnya dalam mendukung program TDA ini.

TDA berharap diskuai tersebut nantinya bisa dimasukkan dalam agenda Kementerian Koperasi dan UKM. Presiden TDA sekaligus owner Malang Strudel Donny Kris Puriyono merasa puas terhadap pertemuan kali ini.

‘Kami bisa dialog langsung dan menyampaikan aspirasi dari 23 ribu member UMKM kami di seluruh Indonesia. Di masa seperti ini kita perlu lebih bersatu lagi, dan jalan bersinergi antara UMKM dan pemerintah. Apalagi Bu Lestari Moerdijat langsung gerak cepat dalam pertemuan itu dengan mengkontak bidang-bidang terkait pemerintah lainnya untuk segera bisa meneruskan aspirasi kami untuk menambah masukan terkait kebijakan pemerintah,” tutur Donny.

“Bu Lestari Moerdijat mengatakan pertemuan seperti ini akan sering dilakukan lagi untuk lebih memperdalam serapan aspirasi masyarakat dari bawah,” sambung Donny.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya