Gagal Bersinar, Begini Nasib 6 Pemain yang Pernah Disebut Wonderkid MU

Para pemain ini pernah menjadi bagian dari skuat Manchester United (MU) di masa lalu, tapi karier mereka jauh dari berkilau.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 29 April 2020, 08:10 WIB
Federico Macheda berhasil mencetak sebuah gol yang mengantar Manchester United meraih kemenangan saat debutnya melawan Aston Villa. Namun karier stiker Italia ini tidak panjang bersama MU karena gagal mendapatkan tempat utama. (AFP/Andrew Yates)

Manchester - Akademi Manchester United (MU) dikenal dikenal sebagai produsen talenta-talenta berbakat yang kemudian menjadi bintang-bintang sepak bola berbakat. Ada yang berkembang bersama Setan Merah, ada pula yang berkiprah di klub lain. 

Contoh paling tersohor dari kesuksesan akademi Manchester United adalah Class of 92. Bocah-bocah seperti Ryan Gigss, Gary Neville, Paul Scholes, hingga David Beckham kemudian menjelma menjadi pesepak bola yang bikin lawan minder. Hasilnya, berbagai gelar bergengsi berdatangan memenuhi lemari trofi di Old Trafford. 

Talenta muda yang lebih kekinian, yang juga produk akademi MU, adalah Marcus Rashford. Sang pemain telah menembus skuat utama Setan Merah. Ada juga Mason Greenwood yang mulai menapaki karier bersama tim utama Setan Merah. 

Namun, tak semua pemain MU berasal dari akademi. Ada juga yang diboyong dari klub-klub lain ketika berusia masih sangat muda. Beberapa bahkan dilabeli sebagai wonderkid. 

Sayangnya, tak semua pemain yang berlabel bocah ajaib berujung kesuksesan. 

Masih ingat Dong Fangzhou? Jelas tak banyak yang ingat. Dia pernah digadang-gadang menjadi pemain Asia yang menjanjikan di MU, tapi ternyata gagal total. 

Berikut ini enam pemain yang dianggap sebagai wonderkid gagal di Manchester United. Bagaimana kabar terbaru mereka? Inilah jawabannya seperti dilansir The Sun, Minggu (13/10/2019).

 


1. Federico Macheda

Federico Macheda saat memperkuat Manchester United. (AFP)

Nama Federico Macheda melejit saat mencetak gol kemenangan Manchester United dengan skor 3-2 kontra Aston Villa pada 2009 di Premier League. Pemain asal Italia itu langsung dilabeli sebagai wonderkid Setan Merah.

Ferguson bahkan pernah memujinya sebagai penyerang yang punya penyelesaian akhir alamiah terbaik.

Namun, performanya malah mengalami antiklimaks. Kinerjanya terus menurun dan diperparah dengan rangkaian cedera. Dia kemudian berpindah-pindah klub ke Sampdoria, QPR, Stuttgart, Doncaster, Birmingham, Cardiff, dan Nottingham Forest.

Titik terendah kariernya ketika dia gagal mendapatkan kontrak di klub Serie B, Bari, sehingga harus gabung ke klub Novara Calcio.

Namun, sejak 2018 Macheda mulai mendapatkan kembali sentuhan apiknya, serta keberuntungannya. Dia digaet klub Yunani, Panathinaikos.

Lanjut Baca:

Performanya cukup apik. Macheda mencetak 12 gol dan tiga assist dalam 23 pertandingan Liga Yunani musim ini bersama Panathinaikos.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya