Transmisi Lokal Corona COVID-19 Meningkat, Perlukah Bali Berlakukan PSBB?

Karena penambahan transmisi lokal merupakan salah satu petunjuk bahwa masih adanya di antara kita yang belum disiplin.

oleh Dewi Divianta diperbarui 23 Apr 2020, 21:59 WIB
Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra

Liputan6.com, Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali mempertimbangkan usulan berbagai pihak mengenai pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menjelaskan, hingga kemarin jumlah mereka yang terjangkit Corona COVID-19 di Provinsi Bali sebanyak 152 orang. 

"Dari total keseluruhan pasien, 19,07 persen merupakan transmisi lokal. Artinya, mereka yang terjangkit karena berinteraksi dengan yang positif sebelumnya," katanya, Kamis (23/4/2020).

Ia melanjutkan, untuk menghentikan penularan Corona COVID-19 karena transmisi lokal bergantung pada sejauh mana kita mampu menerapkan disiplin diri untuk mengikuti imbauan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Karena penambahan transmisi lokal merupakan salah satu petunjuk bahwa masih adanya di antara kita yang belum disiplin," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Pemprov Bali dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terus mengupayakan agar kasus transmisi lokal di Bali tidak bertambah. Pengambilan kebijakan, kata dia, sejauh ini didasari pada fakta-fakta di lapangan.

Oleh sebab itu, Pemprov Bali dan gugus tugas harus berada pada posisi yang benar dalam penggunaan instrumen kebijakan, di mana fakta lapangan yang berbeda tidak membutuhkan instrumen kebijakan yang sama.

"Hal ini khusus terkait dengan usulan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Selain itu, beberapa hal yang harus disiapkan jika kebijakan PSBB itu terpaksa dilakukan di Bali adalah terjaminnya ketersediaan pangan dan obat-obatan, terjaminnya kesiapan tenaga keamanan bagi masyarakat," ungkap dia.

Untuk itu, Dewa Made Indra kembali meminta komitmen kita bersama untuk tetap mengupayakan agar angka transmisi lokal tidak terus bertambah. Salah satunya dengan menghindari diri dari perkumpulan orang banyak serta tetap disiplin untuk menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan penerapan PHBS.

"Hal ini dilakukan karena semata-mata kita semua tidak ada yang tahu siapa yang sebenarnya positif terinfeksi COVID-19," ujarnya.

<p><strong>**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan <a href="https://www.liputan6.com/donasi/177995/sembuhdaricorona" target="_blank" rel="nofollow">klik tautan ini</a>.</strong></p>

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya