Mengenang Aksi Sampdoria Gemparkan Senayan, Celana Dalam Attilio Lombardo Diperebutkan

Sampdoria menghadapi Timnas Indonesia pada 1994 di Senayan.

oleh Gregah NurikhsaniDiterbitkan 16 April 2020, 06:30 WIB
Sampdoria dan Logo Garuda Timnas Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Tim Italia Sampdoria berkesempatan unjuk gigi di depan pecinta sepak bola Tanah Air sekitar 26 tahun lalu. Dalam periode emas, ketika itu mereka menghadapi Timnas Indonesia. 

Tak kurang dari 100 ribu penonton memadati Stadion Gelora Bung Karn, lokasi pertandingan. Tak mengherankan memang, sebab sudah enam tahun lamanya Indonesia tak kedatangan tamu spesial.

Terakhir kali Indonesia mendapatkan lawatan istimewa adalah pada Maret 1988. Saat itu, PSV Eindhoven berkunjung ke Indonesia dalam rangku tur Asia. Bedanya, jawara Eredivisie Belanda itu melakoni laga persahabatan di Siliwangi mengadapi Persib Bandung.

Kedatangan Sampdoria, di sisi lain, disinyalir sebagai bentuk kerjasama mengingat Indonesia dan tim dari Genoa itu sangat akrab. Program Primavera di Italia memunculkan dua nama yang kemudian mengharumkan Merah Putih, yakni Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy.

Sampdoria saat itu cukup popular di Indonesia, bersaing dengan Juventus dan AC Milan yang berjaya pada akhir 80-an dan awal 90-an. Musim 1990-1991, Il Samp menjadi juara Serie A dam finalis Coppa italia di tahun yang sama.

Selain itu, mereka juga menjadi jawara Piala Winners tahun sebelumnya dan menjadi finalis Liga Champions Eropa setahun kemudian setelah dikalahkan Barcelona 0-1 di Wembley.

Saat menyambangi Indonesia, Sampdoria dihuni oleh nama-nama beken seperti Vladimir Jugovic, David Platt, Roberto Mancini, Pietro Vierchowod, dan Sinisa Mihajlovic, serta pelatih kawakan, Sven-Goran Eriksson. Namun, ada satu yang membekas di hati para pecinta sepak bola Italia, dia adalah Attilio Lombardo.

 


Kurniawan Dwi Yulianto Kurang Licik

Kurniawan Dwi Yulianto berseragam Sampdoria. (Dok. Sportif)

Seperti dikisahkan di awal, sebanyak 100.000 lebih penonton di Gelora Bung Karno kala itu meneriakkan nama Kurniawan. Maklum saja, dia adalah wonderkid yang dimiliki Indonesia dan digadang-gadang bakal menjadi tumpuan Timnas Garuda Asia di masa-masa mendatang.

Pada laga yang berjalan dengan intensitas tinggi itu, yang bertanding melawan Sampdoria sebenarnya adalah Liga Selection. Beberapa pemain asing juga masuk dalam susunan skuat. Mereka adalah Andrew Bernal, Kris Trajanovski, dan Vasitch Giorgio.

Sampdoria berhasil memenangi pertandingan dengan skor 3-2 (babak pertama 3-1). Rocky Putiray, pemain yang saat itu bermain di Arseto Solo, mencetak satu gol ke gawang Sampdoria. Kurniawan Dwi Yulianto, sosok striker kurus berusia 17 tahun 10 bulan kala itu, juga mencetak satu gol.

Lanjut Baca:

David Platt, mantan kapten Timnas Inggris yang bermain pada laga tersebut mengatakan, "Adik (sapaan akrab Kurniawan selain Si Kurus) terlalu lugu dan kurang licik di lapangan, jadi sulit buat dia mengembangkan permainan." "Tapi, dia pemain yang punya potensi, dia bagus dan berani," tambah Mancini dinukil dari tabloid SPORTIF.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya