Jakarta - Stagnasi merupakan masalah yang biasa terjadi dalam segala bidang kehidupan, termasuk sepak bola. Berbagai macam faktor bisa membuat seorang pesepak bola merasa tidak berkembang saat memperkuat suatu klub.
Pertama, adanya beda persepsi dengan pelatih yang biasanya menjadikan seorang pemain akan diparkir dalam timnya.
Advertisement
Kemudian, masuknya pemain baru biasanya juga bisa menyebabkan seorang pemain harus banyak menghabiskan waktunya sebagai pemain pelapis atau cadangan.
Kondisi tersebut tentunya akan berimbas pada seorang pemain. Tidak hanya itu, banderol seorang pemain juga bisa turun karena jarang mendapatkan kesempatan bermain.
Untuk mengantisipasi hal tersebut para pesepak bola biasanya memilih hijrah ke klub lain Eropa, atau liga lain yang persaingannya tak seketat lima liga top Eropa. Selain itu, ada pula yang memutuskan hengkang ke klub luar Benua Biru.
Biasanya para pemain sepak bola top memilih kompetisi di luar Eropa seperti MLS (Major League Soccer) di Amerika Serikat.
Namun, ada pula yang bermain di Liga Tiongkok demi menyelamatkan karier. Apalagi, belakangan kontestan Liga Super China kerap menawarkan gaji tinggi bagi pemain-pemain top.
Siapa saja pesepak bola yang pilih kabur ke Tiongkok? Berikut ini Bola.com merangkum dari Squawka, lima pemain yang kabur ke Tiongkok demi selamatkan karier:
Renato Augusto
Renato Augusto tampil tak konsisten selama empat musim memperkuat Bayern Leverkusen. Kondisi tersebut membuatnya kembali ke Brasil untuk memperkuat Corinthias.
Setelah mengalami empat musim yang tidak mengesankan bersama Corinthias, Renato Augusto memilih hengkang ke klub China, Beijing Guoan.
Bersama Beijing Guoan, Renato Augusto perlahan menunjukkan kualitasnya. Hal tersebut ternyata membuatnya masuk Timnas Brasil dan sudah mencatatkan 12 penampilan.
Paulinho
Nama Paulinho mungkin tidak terdengar asing di telinga para pencinta sepak bola. Didatangkan dengan banderol tinggi oleh Tottenham Hotspur, Paulinho tampil tak sesuai ekpektasi.
Performa Paulinho justru melorot. Bahkan, Paulinho harus kehilangan tempat di Timnas Brasil. Kondisi tersebut langsung membuat Paulinho hengkang ke klub China, Guangzhou Evergrande.
Paulinho didatangkan Guangzhou dengan banderol 11,9 juta pounds. Penampilan apiknya membuat Barcelona rela mengeluarkan 40 juta pounds untuk memboyong Paulinho.