5 Tips Terhindar dari Gangguan Kesehatan Mental Selama Karantina Corona Covid-19

Karantina corona Covid-19 mungkin menjadi masa yang sangat sulit bagi remaja, ada beberapa hal yang bisa membantu mengatasinya.

oleh Rheza Aditya GradiantoDiterbitkan 08 April 2020, 17:10 WIB
Ilustrasi Stres pada Remaja

Jakarta - Pandemi corona Covid-19 memiliki berbagai efek yang bisa dirasakan semua kalangan masyarakat. Berbagai bidang kehidupan seperti sosial dan ekonomi terkena dampaknya.

Anjuran pemerintah agar tetap berada di rumah selama masa karantina pandemi corona Covid-19 juga tidak dapat diterima dengan mudah oleh sebagian kalangan. Sebagian dari mereka terbiasa melakukan aktivitas di luar rumah.

Namun, agar dapat meminimalisasi tertular dari virus corona dan mengurangi penyebaran virus ini agar tidak makin meluas, masyarakat harus menaati anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah.

Berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah harus berpindah di dalam rumah, seperti beribadah, bekerja, belajar, dan berbagai aktivitas lain.

Bahkan sekolah dan kuliah, yang biasanya menjadi rutinitas, harus dilakukan di dalam rumah dengan cara online.

Secara khusus, ada dampak yang dirasakan remaja dalam masa karantina mandiri. Kehidupan remaja yang biasanya sangat aktif dan dipenuhi berbagai aktivitas sosial, kini harus ditunda karena melakukan karantina.

Menjadi seorang remaja itu cukup sulit, apalagi dalam masa pencarian jati diri, dan karantina pandemi corona Covid-19 membuatnya menjadi makin sulit.

Dengan penutupan sekolah dan acara yang dibatalkan, banyak remaja kehilangan beberapa momen terbesar dalam kehidupan muda mereka, serta momen sehari-hari seperti berbincang dengan teman dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas.

Namun, ada berbagai cara untuk mengatasi kecemasan dan rasa stres yang mungkin muncul pada remaja akibat karantina selama pandemi Covid-19.

Berikut lima tips untuk menghindari kecemasan dan stres bagi remaja selama masa karantina corona Covid-19 seperti dirangkum dari UNICEF.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.


Memahami Kecemasan

Ilustraasi foto Liputan6

1. Memahami kecemasan yang dirasakan adalah normal

Jika penutupan sekolah, berbagai tempat hiburan, dan karantina membuat Anda merasa cemas, Anda bukan satu-satunya orang yang merasakan hal tersebut.

Para psikolog telah lama menyadari kecemasan adalah hal normal dan sehat yang dialami oleh sebagian besar orang yang dapat mengingatkan kita akan ancaman, dan membantu kita mengambil tindakan untuk melindungi diri dari berbagai ancaman tersebut.

Lanjut Baca:

Kecemasan Anda saat ini akan membantu Anda untuk membuat keputusan penting yang harus dilakukan dalam kondisi saat ini, seperti untuk tidak berkumpul dengan banyak orang di tempat umum dan mencuci tangan dengan air dan sabun secara rutin. Untuk menghindari kecemasan yang berlanjut, pastikan Anda membaca berbagai sumber tepercaya dan tepat mengenai COVID-19. Hal tersebut dapat menjaga Anda untuk tetap tenang, namun selalu waspada. Jika Anda mengalami kecemasan karena mengalami berbagai gejala seperti pusing, mual, batuk, dan demam, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memberitahu kondisi yang Anda rasakan kepada orang yang lebih tua, agar mereka dapat membantu dan memberi saran terbaik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya