Jakarta - Pandemi corona Covid-19 memiliki berbagai efek yang bisa dirasakan semua kalangan masyarakat. Berbagai bidang kehidupan seperti sosial dan ekonomi terkena dampaknya.
Anjuran pemerintah agar tetap berada di rumah selama masa karantina pandemi corona Covid-19 juga tidak dapat diterima dengan mudah oleh sebagian kalangan. Sebagian dari mereka terbiasa melakukan aktivitas di luar rumah.
Advertisement
Namun, agar dapat meminimalisasi tertular dari virus corona dan mengurangi penyebaran virus ini agar tidak makin meluas, masyarakat harus menaati anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah.
Berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah harus berpindah di dalam rumah, seperti beribadah, bekerja, belajar, dan berbagai aktivitas lain.
Bahkan sekolah dan kuliah, yang biasanya menjadi rutinitas, harus dilakukan di dalam rumah dengan cara online.
Secara khusus, ada dampak yang dirasakan remaja dalam masa karantina mandiri. Kehidupan remaja yang biasanya sangat aktif dan dipenuhi berbagai aktivitas sosial, kini harus ditunda karena melakukan karantina.
Menjadi seorang remaja itu cukup sulit, apalagi dalam masa pencarian jati diri, dan karantina pandemi corona Covid-19 membuatnya menjadi makin sulit.
Dengan penutupan sekolah dan acara yang dibatalkan, banyak remaja kehilangan beberapa momen terbesar dalam kehidupan muda mereka, serta momen sehari-hari seperti berbincang dengan teman dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas.
Namun, ada berbagai cara untuk mengatasi kecemasan dan rasa stres yang mungkin muncul pada remaja akibat karantina selama pandemi Covid-19.
Berikut lima tips untuk menghindari kecemasan dan stres bagi remaja selama masa karantina corona Covid-19 seperti dirangkum dari UNICEF.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
Memahami Kecemasan
1. Memahami kecemasan yang dirasakan adalah normal
Jika penutupan sekolah, berbagai tempat hiburan, dan karantina membuat Anda merasa cemas, Anda bukan satu-satunya orang yang merasakan hal tersebut.
Para psikolog telah lama menyadari kecemasan adalah hal normal dan sehat yang dialami oleh sebagian besar orang yang dapat mengingatkan kita akan ancaman, dan membantu kita mengambil tindakan untuk melindungi diri dari berbagai ancaman tersebut.