Senjata BI Stabilkan Rupiah Selain Gunakan Cadangan Devisa

Bank Indonesia saat ini menjadikan stabilisasi nilai tukar rupiah menjadi yang utama

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 07 April 2020, 17:33 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersiap menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12/2019). RDG tersebut, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 5 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa akibat wabah virus Corona. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 sebesar USD 121 miliar.

Meski turun, cadangan devisa tersebut dianggap cukup untuk membiayai 7 bulan impor dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam video konferensi, Selasa (7/4/2020) mengungkapkan, meski cadangan devisa lebih dari cukup, BI sudah memiliki cadangan lain yang disebut second line of defense guna menjaga nilai tukar rupiah.

Perry menyebutkan, bilateral swap sebagai cara untuk memperkuat cadangan devisa. Menurutnya, bilateral swap antara BI dengan beberapa bank sentral negara sahabat sebagai second line of defense.

"Bilateral swap dengan dengan China sebesar USD 30 milyar. Selain itu juga dengan Jepang sebesar USD 22 ,76 miliar, Singapura USD 7 miliar, dan Korea Selatan sebesar USD 10 miliar," kata Gubernur BI.

 

Bentuk Kerjasama

Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Sebelumnya, Perry mengatakan ada dua bentuk kerja sama dengan bank sentral negara sahabat, yaitu bilateral swap lines dan repurchased agreement atau Repo Lines.

"Kerja sama dengan Federal Reserve (The Fed) bentuknya Repo Lines, ini untuk kebutuhan likuiditas dolar AS jika diperlukan," kata Perry.

Menurutnya, kerja sama BI dengan The Fed merupakan Vote of Confident. Sebab, The Fed menilai Indonesia memiliki prospek ekonomi yang bagus. Indonesia, lanjutnya, salah satu dari sedikit negara emerging markets yang mendapat The Fed Repo Lines.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya