HEADLINE: Olimpiade Tokyo Diundur, Atlet Bugar pun Belum Tentu Kebal Corona Covid-19

Olimpiade Tokyo 2020 ditunda penyelenggaraannya hingga tahun 2021 lantaran pandemi virus corona Covid-19.

oleh Edu KrisnadefaDiterbitkan 04 April 2020, 00:15 WIB
Olimpiade 2020 Diundur, Corona Serang Atlet Bugar. (Sumber Foto: AP)

Liputan6.com, Jakarta- Nasib Olimpiade Tokyo 2020 akhirnya jelas. Pesta olahraga multicabang sedunia ini baru akan digelar pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

Artinya, ajang yang akan melibatkan tak kurang dari 11 ribu atlet ini ditunda setahun dari rencana awal penyelenggaraannya pada 24 Juli-9 Agustus 2020. Penyebabnya, apalagi jika bukan pandemi virus corona Covid-19 yang hingga kini belum diketahui kapan tamat.

Ihwal penundaan Olimpiade 2020 ini sendiri bukan hal mudah. Pemerintah Jepang, lewat Perdana Menteri Shinzo Abe awalnya ngotot tetap akan menyelenggarakannya sesuai jadwal. Pertimbangan saat itu, pandemi Corona covid-19 telah reda.

Pertimbangan lainnya, jelas soal kerugian yang akan ditanggung Negeri Sakura. Pemerintah Jepang, dikabarkan sudah mengeluarkan investasi yang sangat besar untuk ajang ini.

Mereka dikabarkan telah mengeluarkan 20 miliar juta pound sterling atau sekira Rp 368,8 triliun untuk menyiapkan infrastruktur dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menggelar olimpiade.

Namun, akhirnya Pemerintah Jepang pun menyerah kepada virus Corona covid-19. Selasa (24/3), Shinzo Abe dan Presiden Komite Olimpide Internasional (IOC) Thomas Bach mencapai kesepakatan untuk menunda pelaksanaan olimpiade selama satu tahun.

 

Infografis Olimpiade 2020 Diundur, Corona Serang Atlet Bugar. (Liputan6.com/Trieyasni)

Memang, nyaris mustahil menggelar Olimpiade Juli 2020. Pasalnya, hingga saat ini belum bisa diprediksi kapan pandemi Corona covid-19 ini berakhir. Pertanda baik pun belum didapat.

Saat ini saja, lebih dari 200 negara di dunia masih sibuk memerangi virus Corona covid-19 di negara masing-masing. Total, sekitar 1 juta orang telah terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia.

Italia dan Spanyol masuk daftar negara yang paling tinggi tingkat infeksinya, juga angka korban nyawa. Jepang sendiri juga belum benar-benar pulih dari bekapan pandemi.

 


Atlet Tak Kebal Corona

Pejalan kaki melintasi layar hitung mundur untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Distrik Shimbashi di Tokyo, 24 Maret 2020. PM Jepang Shinzo Abe mengumumkan Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah sepakat untuk menunda gelaran Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo hingga setahun. (Xinhua/Du Xiaoyi)

Di sisi lain, menunda Olimpiade hingga tahun depan bisa jadi merupakan langkah terbaik. Apalagi, cukup banyak atlet olimpiade positif terjangkit virus ini. Terbaru adalah atlet lempar cakram Iran, Ehsan Hadadi.

Peraih medali perak Olimpiade 2012 ini, dinyatakan positif, Sabtu (29/4). Sebelumnya, 11 atlet Iran bahkan dikabarkan meninggal karena virus ini. Mereka berasal dari cabang bola basket, tinju, catur, futsal, judo, sepak bola, taekwondo, dan gulat.

Lanjut Baca:

Ada juga pelatih tinju Rusia, Anton Kadushin, yang dinyatakan positif virus corona Covid-19. Dia terinfeksi virus ini setelah pulang dari kualifikasi Olimpiade di London, bulan lalu. Jadwal latihan dan pertandingan yang padat jadi penyebab atlet banyak terinfeksi virus corona. Banyak berolahraga tidak meningkatkan imunitas mereka, justru sebaliknya. Tak heran, dari kalangan atlet yang sehat pun keberatan jika Olimpiade 2020 digelar sesuai jadwal. Selain waktu persiapan yang mepet, mereka juga khawatir bekerja dan berlatih keras dengan berbagai tekanan, justru akan membuat imunitas mereka menurun, dan menyebabkan terinfeksi virus corona Covid-19. "Bagaimana mungkin kami bisa mempersiapkan diri dengan baik, jika pemerintah di negara kami meminta kami untuk mengisolasi diri di rumah," ujar Johnson-Thompson, atlet heptathlon Britania Raya, seperti dikutip BBC Sports. "Tempat latihan, gym, publik area semua ditutup." Kanada bahkan mengancam tidak akan mengirim kontingen jika Olimpiade 2020 digelar sesuai jadwal. Ofisial Olimpiade Kanada (COC) menyebut keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Komite Paralimpiade Kanada (CPC), didukung oleh komisi atlet, Organisasi Olahraga Nasional (NOC), serta Pemerintah Kanada.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya