FOTO: RS Darurat Covid-19 Mulai Dibangun di Stadion Legendaris Brasil

oleh Arny Christika PutriDiterbitkan 03 April 2020, 13:30 WIB
Stadion Maracana Brasil Jadi Rumah Sakit Darurat Corona
Stadion bersejarah Brasil di Rio de Janeiro, Maracana, digunakan untuk menjadi rumah sakit darurat penanganan pasien-pasien yang positif terinfeksi virus corona Covid-19.
Pekerja memulai pembangunan rumah sakit darurat bagi pasien terinfeksi Covid-19 di kompleks stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (2/4/2020). Sebagian kompleks stadion paling terkenal di Brasil itu diubah menjadi rumah sakit lapangan selama pandemi Covid-19. (MAURO PIMENTEL/AFP)
Pandangan udara dari rumah sakit darurat yang didirikan untuk pasien terinfeksi virus corona di kompleks stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (2/4/2020). Sebagian kompleks stadion paling terkenal di Brasil itu diubah menjadi rumah sakit lapangan selama pandemi Covid-19. (MAURO PIMENTEL/AFP)
Pekerja memulai pembangunan rumah sakit darurat bagi pasien terinfeksi Covid-19 di kompleks stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (2/4/2020). Sebagian kompleks stadion paling terkenal di Brasil itu diubah menjadi rumah sakit lapangan selama pandemi Covid-19. (MAURO PIMENTEL/AFP)
Pandangan udara dari rumah sakit darurat yang didirikan untuk pasien terinfeksi virus corona di kompleks stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (2/4/2020). Sebagian kompleks stadion paling terkenal di Brasil itu diubah menjadi rumah sakit lapangan selama pandemi Covid-19. (MAURO PIMENTEL/AFP)
Pekerja memulai pembangunan rumah sakit darurat bagi pasien terinfeksi Covid-19 di kompleks stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (2/4/2020). Sebagian kompleks stadion paling terkenal di Brasil itu diubah menjadi rumah sakit lapangan selama pandemi Covid-19. (MAURO PIMENTEL/AFP)
Pandangan udara dari rumah sakit darurat yang didirikan untuk pasien terinfeksi virus corona di kompleks stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (2/4/2020). Sebagian kompleks stadion paling terkenal di Brasil itu diubah menjadi rumah sakit lapangan selama pandemi Covid-19. (MAURO PIMENTEL/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya